Distribusi Makan Bergizi Gratis 4 SPPG di Tanjung Jabung Timur Lumpuh, Korwil BGN Bungkam
HALOINDONESIANEWS.COM, Tanjabtim- Ribuan siswa dan penerima manfaat di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi kini harus menelan pil pahit.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi tumpuan perbaikan nutrisi, justru terhenti total di 4 Satuan Pelayanan Pangan Gizi (SPPG) sejak (09/02/2026).
Konflik internal antara pihak yayasan dengan 4 Kepala SPPG serta Korwil Badan Gizi Nasional (BGN) Kabupaten Tanjung Jabung Timur dituding menjadi akar macetnya distribusi MBG.
Hingga Kamis (19/2/2026), belum ada tanda-tanda asap dapur di 4 SPPG akan kembali mengepul.
4 titik SPPG yang stop beroperasi itu diantaranya SPPG Nusantara Pangan Sejahtera di Kecamatan Dendang, SPPG Desa Kota Baru Kecamatan Geragai, SPPG Yayasan Mitra Pangan Global di Parit Culum 1, Muara Sabak Barat dan SPPG Blok C Nuansa Mitra Sejati di Desa Pandan Lagan, Kecamatan Geragai.
Diketahui, 4 SPPG yang kini menghentikan distribusi MBG itu berada di naungan yayasan yang dikelola oleh Novilia Dewi.
Di tengah ketidakpastian nasib ribuan anak sekolah, sikap Korwil BGN Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Juwandi justru memicu polemik baru.
Alih-alih memberikan klarifikasi transparan kepada publik mengenai langkah solusi yang diambil, Juwandi memilih untuk menutup diri rapat-rapat alias bungkam.
Upaya konfirmasi yang dilakukan jurnalis haloindonesianews.com selalu tak digubris. Setiap kali ingin ditemui langsung, Juwandi kerap menghindar dengan berbagai alasan.
Begitu pula melalui saluran komunikasi digital dan panggilan telepon, tidak pernah ditanggapi oleh Juwandi sang Korwil BGN. Hal ini menimbulkan kesan seolah-olah ada persoalan yang tengah ditutup-tutupi.
Sikap bungkam seorang pejabat publik di tengah krisis distribusi pangan merupakan bentuk pengabaian tanggung jawab.
Padahal Publik berhak tahu mengapa hak anak-anak sekolah untuk mendapatkan MBG terhenti hanya karena ego birokrasi atau konflik manajerial.
Terhentinya operasional di empat SPPG ini bukan sekadar masalah administrasi, melainkan kegagalan sistemik dalam menjaga keberlangsungan program strategis nasional.
Konflik antara yayasan dan pengelola seharusnya tidak mengorbankan distribusi pangan yang bersifat darurat bagi tumbuh kembang anak.
Hingga kini belum ada pernyataan resmi dari BGN pusat, Korwil BGN kabupaten, maupun pemerintah daerah terkait langkah nyata untuk memulihkan distribusi MBG 4 SPPG di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi tersebut.
Ketertutupan informasi dari pihak Korwil BGN Kabupaten Tanjung Jabung Timur pun kian memperkeruh suasana, dan memicu spekulasi liar di tengah masyarakat. (Rano)
Baca juga:






Discussion about this post