Sabtu, 18 April, 2026
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
Halo Indonesia News
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
No Result
View All Result
Home
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
Halo Indonesia News
No Result
View All Result

Terjangkit Penyakit Ngorok Ratusan Kerbau Mendadak Mati di Batanghari 

Redaksi Halo Indonesia News by Redaksi Halo Indonesia News
Januari 4, 2024
in Berita, Bisnis, Daerah, Ekonomi, Kesehatan, Lifestyle, Nusantara, Sosial
0
Terjangkit Penyakit Ngorok Ratusan Kerbau Mendadak Mati di Batanghari 

Terjangkit Penyakit Ngorok Ratusan Kerbau Mendadak Mati di Batanghari /yadi

0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke WATweet!
Telah dibaca sebanyak: 1.308
Print 🖨

Terjangkit Penyakit Ngorok Ratusan Kerbau Mendadak Mati di Batanghari

Batanghari, HaloIndonesianews.com- Ratusan kerbau di kecamatan marosebo ilir kabupaten Batanghari mati mendadak, matinya hewan ternak kerbau diduga terserang penyakit ngorok, ratusan ekor kerbau milik warga, terserang penyakit ngorok hingga mengalami kematian , akibatnya warga kecamatan Marosebo ilir mengalami kerugian hingga milyaran rupiah.

Sejak sepuluh hari terakhir sejumlah ternak milik warga di kecamatan Marosebo ilir Kabupaten Batanghari, mengalami mati mendadak, akibat terjangkit penyakit ngorok atau Septiana Epizootia.

Wabah yang menyerang hewan ternak jenis kerbau ini membuat pemilik ternak di desa terusan kecamatan maro sebo ilir dan desa sekitarnya menjadi panik, pasalnya hanya dengan hitungan hari ratusan kerbau mati dengan sia-sia.

Rata-rata kerbau yang diserang penyakit pada usia muda dan ternak yang sudah terjangkit tampak terlihat lesu dan tidak mau makan, jika tidak ditangani dengan cepat dalam hitungan jam kerbau mendadak mati.

Menurut warga sekitar setiap harinya kerbau yang mati mencapai 8 hingga 12 ekor jika ditotalkan selama wabah menyerang sejak 10 hari terakhir di desa terusan ini sudah hampir seratus ekor yang mati.

” Perharinya kerbau yang mati berkisar 8 ekor, hari ini saja 12 ekor yang mati, wabah ini menyerang berkisar 10 hari terakhir, ya jika di hitung dari hari wabah ngorok ini menyerang mendekati angka 100 ekor lah yang mati” jelas Abdul Hadi peternak kerbau. Rabu (03/01/24).

Baca juga:

  • Polemik Illegal Drilling, Aktor Pemilik Sumur Minyak Diburu Polisi
  • Konflik Lahan, Petani Laporkan Ketua Koperasi BAM dan Oknum Anggota Polisi ke Polda Jambi

 

Sementara menurut pihak desa setempat, penyebaran penyakit yang menyerang hewan ternak di desa terusan ini sudah dilaporkan secara lisan ke dinas perkebunan dan peternakan kabupaten batanghari.

“Kejadian ini sudah kita laporkan ke dinas perkebunan dan peternakan kabupaten Batanghari secara lisan ” jelas Subhan Kasi Kesra Desa Terusan

Sambungnya” warga berharap agar pemerintah daerah segera turun tangan dan mencarikan solusi agar penyakit hewan ternak ini segera pulih” harapnya

Untuk mengurangi kerugian dan kematian jauh lebih banyak, sejumlah peternak terpaksa memotong paksa ternaknya dan menjual dengan harga yang jauh lebih murah dan selama hampir dua pekan ini peternak mengalami kerugian ditaksir mencapai 10 milyar lebih.

“Peternak yang sempat menyembelihnya dan dijual dengan harga yang relatif murah, bila dihitung keseluruhannya kerugian warga mencapai 10 milyar rupiah ” jelasnya. (Riyadi)

Tags: BatanghariPenyakit Ngorok
Previous Post

Konflik Lahan, Petani Laporkan Ketua Koperasi BAM dan Oknum Anggota Polisi ke Polda Jambi

Next Post

Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura Bantu Warga Terdampak Banjir

Next Post
Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura Bantu Warga Terdampak Banjir

Babinsa Koramil 415-09/Telanaipura Bantu Warga Terdampak Banjir

Discussion about this post

Halo Indonesia News

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id

Navigate Site

  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id