Acungkan Parang, 2 Kelompok Warga di Lubuk Ruso Nyaris Bentrok
Haloindonesianews.com, Batanghari- Warga yang mengatasnamakan ahli waris pemilik tanah seluas 12 hektar yang berada di desa lubuk ruso kecamatan pemayung kabupaten Batanghari, setelah tidak menemui kades dikantornya untuk mengurus dokumen kepemilikan tanahnya yang berada di desa tersebut harus kecewa dengan perilaku kepala desa irwansyah.
Mereka putar haluan, namun sebelum pulang nyaris Aksi bentrok terjadi di simpang empat kantor desa lubuk ruso, kecamatan pemayung kabupaten Batanghari, mereka tersulit emosi karena ada salah seorang warga yang belum diketahui siapa mereka memancing emosi kelompok ahli waris yang ingin mengurus dokumen kepemilikan tanah.
Setelah rombongan Zulfikar akan pulang dari kantor desa lubuk ruso yang gagal mengurus sporadik tanahnya karena kades ingkar janji dan memilih kabur untuk tidak menemui warga, aksi nyaris bentrok antar warga yang mendatangi kantor desa lubuk ruso.

Setelah keluar dari kantor desa, mereka yang akan pergi menemui camat pemayung sesaat akan menuju kantor camat, terdapat warga setempat yang tidak diketahui, memancing emosi dengan melemparkan kursi kayu. Hingga mereka bentrok, bahkan kursi yang diduduki menjadi sasaran pelemparan, aksi keributan dipicu dengan adanya salah seorang yang mengeluarkan ancaman dengan menodongkan sebilah parang, hingga keributan mengejar dan melempar batu pun terjadi, bahkan kayu yang dipegang menjadi senjata mereka untuk menyerangnya, beruntung insiden tersebut tidak menelan korban jiwa, hingga situasi mereda dan mereka melanjutkan ke kantor camat pemayung.
Baca juga:
- Tuntut Kades Terbitkan Sporadik, Warga Lubuk Ruso Geruduk Kantor Desa
- Ngeri! Polisi dan Karyawan Perusahaan Dibacok Saat Ringkus Komplotan Preman Pencuri Sawit
AKP Yawan Afriadi Kapolsek pemayung yang mengetahui dari laporan bhabinkamtibmas, segera menemukan mereka di kantor camat pemayung, AKP Yawan Afriadi membenarkan adanya aksi keributan tersebut di simpang empat depan kantor desa lubuk ruso, setelah dari kantor desa untuk menemui kades namun kades Irwansyah tidak ngantor.
“Kita mengetahui dari bhabinkamtibmas, karena berada di lokasi kejadian, dan kita juga mengetahui dari video yang beredar” jelas Kapolsek pemayung AKP Yawan Afriadi Senin (22/01/24).
Sesaat keluar kantor desa//ada warga yang memancing keributan hingga tersulut emosi.
“Ada yang tersulut emosi hingga keributan terjadi, beruntung tidak ada korban” jelasnya.
Akibat insiden tersebut Kapolsek akan melakukan perdamaian dan kedua belah pihak dipanggil polisi untuk dimintai keterangan sementara warga yang bentrok melaporkan hal tersebut kepolisi untuk di proses secara hukum.
“Mereka buka laporan ke kita, tetap kita terima, tapi kita akan pertemukan mereka mencari solusi perdamaiannya” sebutnya. (Yadi)






Discussion about this post