Aktifitas Alber Serobot Lahan diduga Untuk dijual Belikan, Kadus Nurkholis: “Saya Tidak Pernah Turunkan Alat Berat”

HALOINDONESIANEWS.COM, Bajubang- Aksi Penyerobotan dan diduga diperJual Beli Lahan di Kawasan PT Reki yang Melibatkan Kadus Tanjung Mandiri cs dan Kelompok Tani Bukit Sinyal Bersatu Desa Bungku Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, di Bantah Nurkholis Kadus Tanjung Mandiri. dirinya mengklaim hanya berupaya Melakukan Perdamaian Pertikaian Lahan yang dikuasai oleh Kelompok Tani Bukit Sinyal Bersatu.
Nur Kholis Kadus Tanjung Mandiri Mengaku Merasa Tersudutkan Dampak Pengakuan Petani Bukit Sinyal Bersatu yang Mengutarakan Aksi Penyerobotan Menggunakan Eksavator dilahan yang dikuasai Kelompok Tani Bukit Sinyal Bersatu.
“itu Sesama Kelompok Tani, Sebetulnya Sudah Saya Selesaikan Tahun 2023 lalu, Antara Kelompok Jufri Cs dan Iwan Cs, saya Hanya Mendamaikan, Supaya tidak terjadi Baku Hantam pada November 2023 lalu sudah saya damaikan” Jelas Kadus Nurkholis
Melalui via telpon Nurkholis Kadus Tanjung Mandiri, desa Bungku Kecamatan Bajubang, Kabupaten Batanghari, merasa tidak mengetahui adanya alat berat yang masuk dan mencoba melakukan penyekatan lahan tersebut.

“Alat berat itu milik pak tam, kalau melibatkan RT dan yang lainya saya tidak tahu, alat berat itu sudah tiga bulan Disana untuk Perbaiki Jalan, kalau untuk Lahan saya tidak tahu, saya tidak pernah menurunkan Alat Berat Karena itu Wilayah Konsesi PT Reki ” jelas Nurkholis Kadus Tanjung Mandiri
Nurkholis mengaku Alat Berat yang disiagakan Sudah Lama Berkisar Tiga Bulan lalu, namun hanya untuk Perbaikan Jalan, Bukan Aksi Penyerobotan Lahan, selain itu konflik lahan tersebut terjadi sejak 2023 lalu, dalam surat kesepakatan, setiap warga yang berdiam di lahan tersebut kecuali musholla wajib membayar untuk menduduki lahan tersebut dengan jumlah bervariasi.
“itu kesepakatan mereka semua di balai Pertemuan antara kelompok Jufri Cs dan Iwan Cs kalau bayar sampai hari ini tidak ada yang bayar, kalau lahan emang ada yang bayar Perkaplingya hingga 25 juta rupiah, saya tau dan ada datanya dengan saya” sebut Kadus melalui via ponsel nya
Pernyataan Nurkholis Kadus Tanjung Mandiri Berbanding Terbalik, dengan fakta Lapangan, terlihat Alat Berat yang Menduduki Lahan Bekerja di Lahan yang dikuasai Kelompok Tani Bukit Sinyal Bersatu, Operator Alat Berat Mengaku Bekerja Dengan Melakukan Penyekatan Lahan atas Perintah Jufri dan Kadus Tanjung Mandiri.
“Saya dapat izin untuk menyekat ini dari Jupri dan kadus”Sebut Operator alat berat.
Iwan Robianto Selaku Ketua Kelompok Tani Bukit Sinyal Bersatu yang meminta Operator untuk menghentikan aktifitasnya, karena tidak memiliki izin operasional dari kelompok tani bukit sinyal bersatu.
” Berita Ini sudah Menyebar Kemana mana, Untuk kepentingan orang Ramai, saya minta Alat berat ini dalam dua hari ini sudah tidak ada lagi di Lokasi, Karena tidak ada izin saya ” tegas Iwan

Sementara dalam video amatir lainya terdapat percakapan, adanya Praktek Jual Beli Lahan yang masih dalam konservasi konsesi PT Reki dan dibuktikan adanya Kuitansi Angsuran Jual Beli Lahan Tersebut . (Yadi)






Discussion about this post