Pemerhati Usman Usuf Apakah Cukup Hanya dipolis Line? kemana para DPO Illegal Driling
HALOINDONESIANEWS.COM, Batanghari- Police line mengular di lokasi sumur bor ilegal milik Sitanggang yang hangus terbakar di Dusun Senami setelah lebih dari dua bulan api terus berkobar. Sementara menurut Pemerhati lingkungan di kabupaten Batanghari, garis polisi yang dipasang belum cukup. Sebelum adanya tindakan nyata untuk membekuk para DPO Illegal Driling.
Polres Batang Hari melalui Tipidter Satreskrim mengklaim sedang “serius” menangani kasus ini. Sementara Usman Yusuf Usman Ketua KOMPIHTAL fakta berbicara lain.
” Pihak APH harus paham, tempat penampungan minyak ilegal yang berjarak 300 meter dari sumur masih terbuka lebar. Tak ada pengamanan. di situlah bukti utama aliran kejahatan lingkungan ini,” ungkapnya kepada media ini, Kamis (25/4).
Lanjut Usman, Empat orang DPO (Daftar Pencarian Orang) yang disebut-sebut sejak lama masih berkeliaran. Bahkan, ada indikasi mereka masih mengendalikan operasi Illegal Driling dari balik layar.
” Sitanggang CS, otak dugaan pengeboran ilegal, masih bebas. Padahal, pipa-pipa ilegal dan bekas kebakaran sudah menjadi saksi bisu kejahatan terstruktur ini, Polisi bilang sedang proses, tapi kenapa bak seler dibiarkan? Ini bukan salah warga kecil yang cari makan jadi pelangsir. Salah siapa minyak ilegal ini mengalir? Salah siapa hutan rusak? Tangkap yang punya proyek!” Sambungnya dengan tegas.
Usman juga menilai ada pola penanganan setengah hati. Dimana Pelaku kecil (kuli angkut dan penjaga lokasi) mudah dijaring, sedangkan Otak utama selalu lolos, bahkan status DPO pun seolah jadi tameng untuk mengulur waktu.(yd)






Discussion about this post