264 Hektar Lahan di Sungai Gelam Terbakar, Api Belum Bisa Dipadamkan
HALOINDONESIANEWS.COM,Muaro Jambi- Kebakaran lahan di Desa Gambut Jaya, Kecamatan Sungai Gelam, Kabupaten Muaro Jambi, Provinsi Jambi, terus meluas. Hingga Selasa, 22 Juli 2025, luas area yang terbakar diperkirakan mencapai ±264 hektar.
Saat dikonfirmasi, Danramil Pijoan Kapten Inf Julian Timur menyampaikan bahwa api masih belum sepenuhnya berhasil dipadamkan. Lokasi kebakaran merupakan lahan milik perorangan dengan kondisi vegetasi berupa tanaman sawit dan belukar, serta jenis tanah gambut yang sangat mudah terbakar dan sulit dikendalikan.
“264 Hektar kurang lebih Lahan yang terbakar, api belum sepenuhnya berhasil dipadamkan, lahan yang terbakar berupa belukar, lahan sawit dan jenis tanah gambut yang sangat mudah terbakar serta sulit dikendalikan.”ujar Danramil. Selasa (22/7/2025).

Tim gabungan dari unsur TNI, Polri, BPBD, Manggala Agni, MPA, aparat desa, dan masyarakat terus dikerahkan untuk melakukan pemadaman, patroli, dan sosialisasi kepada warga. Pasokan air diambil dari kanal sekitar lokasi, meski terkendala oleh musim kemarau yang menyebabkan debit air menurun drastis.
Kendala utama yang dihadapi tim di lapangan adalah sulitnya akses menuju lokasi kebakaran karena hanya bisa ditempuh melalui jalur darat dan kendaraan roda empat tidak dapat masuk. Selain itu, terbatasnya ketersediaan air di kanal akibat musim kemarau memperparah kondisi, ditambah jenis tanah gambut yang mempercepat penyebaran api dan menyulitkan proses pemadaman.
Pihak Polsek Sungai Gelam saat ini masih menyelidiki penyebab pasti kebakaran. Sementara itu, PT BGR dan BAM telah melakukan upaya isolasi untuk mencegah api menjalar lebih luas.
Upaya pencegahan juga terus digencarkan, di antaranya melalui patroli terpadu oleh Satgas Darat (TNI, Polri, dan MPA), edukasi kepada masyarakat tentang bahaya kebakaran hutan dan lahan (karhutla), serta sosialisasi larangan membuka lahan dengan cara membakar yang dapat dikenakan sanksi pidana.
Hingga kini, proses pemadaman masih berlangsung dan tim gabungan terus bekerja keras mengendalikan titik api yang tersisa. (Janiarto/Ardi)






Discussion about this post