Refleksi Akhir Tahun Polres Tanjab Timur: Angka Kriminalitas Turun, Kasus Narkoba Menanjak
HAlOINDONESIANEWS.COM, Tanjabtim- Menutup tahun 2025, Kepolisian Resor Tanjung Jabung Timur, Jambi menggelar rilis akhir tahun sebagai bentuk Keterbukaan publik.
Dalam keterangannya, Polres Tanjung Jabung Timur merilis penurunan jumlah tindak pidana umum, namun memberikan alarm waspada pada peningkatan kasus penyalahgunaan narkotika yang cukup signifikan di wilayah hukum Bumi Sepucuk Nipah Serumpun Nipah.
Kapolres Tanjung Jabung Timur, AKBP Maulia Kuswicaksono, S.I.K., M.H., menyampaikan apresiasi mendalam terhadap sinergitas insan pers yang selama ini menjadi jembatan informasi.
“Tujuan rilis ini adalah merefleksi apa yang telah kita lakukan sepanjang 2025. Kita ingin transparansi dalam pengungkapan kasus kriminalitas, laka lantas, hingga narkoba demi menjamin keamanan dan kesejahteraan masyarakat,” kata Kapolres.
Data menunjukkan tren positif pada angka kriminalitas umum. Sepanjang tahun 2025, tercatat sebanyak 73 kasus tindak pidana, menurun dibandingkan tahun 2024 yang mencapai 85 kasus.
Meski secara jumlah menurun, persentase penyelesaian perkara (JPTP) berada di angka 80% atau 59 kasus, sedikit melandai dibanding capaian 88,2% di tahun sebelumnya.
Sejumlah kasus menonjol menghiasi catatan kepolisian, di antaranya pencurian dengan pemberatan dan pencurian kendaraan bermotor masih mendominasi, termasuk pengungkapan kasus pembunuhan dengan tersangka berinisial RM yang kini berstatus P-19.
Polisi masih memiliki pekerjaan rumah pada beberapa kasus, termasuk dua kasus pencurian dengan kekerasan yang di medio Agustus dan Desember 2025.
Catatan merah terlihat pada kasus narkotika. Terjadi lonjakan pengungkapan kasus dari 40 kasus di tahun 2024 menjadi 52 kasus di tahun 2025. Jumlah tersangka pun meningkat tajam, dari 56 orang menjadi 71 orang.
Meskipun barang bukti sabu sedikit menurun yakni 240,51 gram, varian barang bukti kian beragam dengan masuknya ganja seberat 20,38 gram dan peningkatan jumlah pil ekstasi.
Tren ini mengindikasikan bahwa wilayah hukum Polres Tanjung Jabung Timur masih menjadi pasar, sekaligus jalur rawan peredaran gelap narkoba.
Di sektor lalu lintas, meski jumlah laporan polisi menurun tipis dari 68 menjadi 64 kasus, fatalitas justru meningkat.
Angka korban meninggal dunia naik menjadi 13 jiwa. Yang paling mencolok adalah lonjakan kerugian material yang naik hampir 100%, dari Rp 81,7 juta di tahun 2024 menjadi Rp 159,3 juta di tahun 2025.
Kapolres mengidentifikasi tiga faktor utama penyebab kecelakaan, yakni
minimnya rambu lalu lintas dan penerangan jalan, kondisi kendaraan yang tidak layak jalan, faktor kelalaian dalam berkendara.
Polres Tanjung Jabung Timur juga menekankan pentingnya Harkamtibmas sebagai fondasi ekonomi.
Dengan situasi yang kondusif, diharapkan para investor tidak ragu untuk masuk ke Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Sederet operasi kepolisian seperti Operasi Antik, Pekat, Zebra, hingga Operasi Lilin yang mengawal pergantian tahun dipastikan berjalan aman.
Kapolres menutup paparan dengan pesan edukatif bagi masyarakat dan media.
“Dukungan mitra media dalam menyajikan berita positif dan edukatif sangat penting. Keamanan adalah modal utama agar ekonomi masyarakat tumbuh dan investasi melirik daerah kita,” tutupnya.
Rilis akhir tahun 2025 ini bertepatan dengan berakhirnya masa bakti AKBP Maulia Kuswicaksono sebagai Kapolres Tanjung Jabung Timur. Dalam waktu dekat, perwira menengah polri dengan 2 melati di pundaknya ini akan mengemban amanah baru sebagai Kapolres Tanjung Jabung Barat. (Rano)






Discussion about this post