Kamis, 21 Mei, 2026
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
Halo Indonesia News
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
No Result
View All Result
Home
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
Halo Indonesia News
No Result
View All Result

Buntut Guru Tampar Siswa, Pengeroyokan Pecah di SMKN 3 Tanjab Timur

Redaksi Halo Indonesia News by Redaksi Halo Indonesia News
Januari 14, 2026
in Berita, Daerah, Hukrim, Kriminal, Nasional, Pendidikan, Politik
0
Buntut Guru Tampar Siswa, Pengeroyokan Pecah di SMKN 3 Tanjab Timur
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke WATweet!
Telah dibaca sebanyak: 1.254
Print 🖨

Buntut Guru Tampar Siswa, Pengeroyokan Pecah di SMKN 3 Tanjab Timur

HALOINDENESIANEWS.COM, Tanjabtim- Suasana belajar di SMK Negeri 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi mendadak mencekam pada Selasa lalu, 13 Januari 2026.

Seorang guru berinisial AS menjadi sasaran amuk massa siswanya sendiri, setelah diduga terlibat ketegangan yang berujung pada ancaman senjata tajam.

Video pengeroyokan tersebut kini viral dan memicu perdebatan di media sosial.

Insiden bermula dari persoalan sepele terkait etika. Berdasarkan keterangan pihak sekolah, AS diduga merasa tersinggung setelah dipanggil oleh salah seorang siswa dengan sapaan yang dinilai tidak sopan.

Guru yang bersangkutan kesal karena dipanggil ‘woi’. Karena emosi, ia diduga langsung menampar siswa tersebut.

Tindakan fisik ini sempat memicu kericuhan di lingkungan sekolah. Pihak manajemen sekolah sebenarnya telah berupaya melakukan mediasi segera setelah penamparan terjadi. Namun, pertemuan tersebut justru berakhir buntu.

Ketidakpuasan terhadap hasil mediasi membuat situasi kian memanas. Alih-alih meredam emosi, AS justru mengambil sebilah arit yang biasa digunakan untuk praktik sekolah.

Sambil membawa senjata tajam tersebut, ia diduga melontarkan ancaman kepada para siswa. Melihat tindakan provokatif sang guru, puluhan siswa yang berada di depan kantor majelis guru bereaksi spontan.

Mereka melakukan pengeroyokan secara bersama-sama. Dalam rekaman video yang beredar, AS tampak kewalahan menahan hujan pukulan dan tendangan sebelum akhirnya berhasil menyelamatkan diri ke dalam ruangan.

Akibat kejadian itu, AS dilaporkan mengalami luka-luka dan lebam di beberapa bagian tubuh.

Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Berbak, Ranto Manurung membenarkan peristiwa tersebut.

Ia menjelaskan, pihaknya telah melakukan mediasi dengan dihadiri pihak terkait, namun tanpa dihadiri guru yang bersangkutan pada Rabu 13 Januari 2026.

“Baik, benar terjadi perselisihan paham antara guru dan siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur. Dan pada hari ini, kita sudah melaksanakan mediasi yang diikuti oleh Pak Kapolsek, Pak Babinsa, Pak Kanit, beserta jajarannya, serta kita turut mengundang Pak Camat, Pak Lurah, Ketua Komite, beserta siswa dan guru. Dan pembelajaran di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur berjalan kondusif,” kata Kepala Sekolah SMK Negeri 3 Berbak, Ranto Manurung dalam keterangan vidio yang diterima redaksi, Rabu 14 Januari 2026.

Aparat kepolisian bersama unsur TNI melakukan mediasi guna menyelesaikan perselisihan paham antara guru dan siswa di SMK Negeri 3 Tanjung Jabung Timur, Jambi.

Langkah ini diambil untuk memastikan situasi di lingkungan sekolah kembali kondusif dan proses belajar mengajar tetap berjalan normal.

Kapolsek Berbak, Iptu Hans Simangunsong mengimbau masyarakat untuk tidak mudah terprovokasi dengan isu-isu yang dapat merugikan diri sendiri dan orang lain.

“Kami juga mengimbau kepada seluruh lapisan masyarakat, khususnya keluarga dari para siswa, agar tidak mudah terprovokasi, terpancing oleh isu-isu yang nantinya bisa merugikan kita sendiri. Dan kami berharap kepada seluruh lapisan masyarakat agar tetap bisa menjaga keamanan dan ketertiban. Percayakan kepada kami, TNI-Polri,”ungkap Kapolsek Berbak lewat keterangan vidionya, Rabu 14 Januari 2026.

Hasil keputusan bersama dalam mediasi tersebut menyepakati langkah administratif bagi oknum guru yang bersangkutan.

AS kini diusulkan untuk dipindahkan tugas ke sekolah lain demi menjaga stabilitas keamanan dan kenyamanan proses belajar mengajar di SMKN 3 Berbak.

Saat ini aktivitas sekolah dilaporkan telah kembali normal. Namun, kejadian ini menjadi catatan kelam bagi dunia pendidikan di Jambi, terutama terkait manajemen emosi tenaga pendidik dan pola komunikasi antara guru dan murid.(Rano)

Previous Post

Dugaan Gudang BBM Ilegal Di RT 31 Palmerah Mencuat, Warga Resah Aparat Penegak Hukum Dinilai Bungkam

Next Post

Dosen Internasional UNJA, Ingatkan Perang Dunia 3 Didepan Mata, Ini Analisisnya 

Next Post
Dosen Internasional UNJA, Ingatkan Perang Dunia 3 Didepan Mata, Ini Analisisnya 

Dosen Internasional UNJA, Ingatkan Perang Dunia 3 Didepan Mata, Ini Analisisnya 

Discussion about this post

Halo Indonesia News

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id

Navigate Site

  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id