Selasa, 12 Mei, 2026
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
Halo Indonesia News
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
No Result
View All Result
Home
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
Halo Indonesia News
No Result
View All Result

Kesaksian Siswa SMKN 3 Berbak, Ditampar Hingga Dikejar Guru Dengan Celurit 

Redaksi Halo Indonesia News by Redaksi Halo Indonesia News
Januari 16, 2026
in Berita, Daerah, Hukrim, Pendidikan, Politik, Sosial
0
Kesaksian Siswa SMKN 3 Berbak, Ditampar Hingga Dikejar Guru Dengan Celurit 
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke WATweet!
Telah dibaca sebanyak: 1.701
Print 🖨

Kesaksian Siswa SMKN 3 Berbak, Ditampar Hingga Dikejar Guru Dengan Celurit 

HALOINDENESIANEWS.COM, Tanjabtim- Ruang kelas SMK Negeri 3 Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi yang biasanya riuh oleh suara diskusi pelajar, mendadak berubah menjadi penuh ketegangan, Selasa 13 Januari 2026.

Kasus dugaan pengeroyokan terhadap Agus Saputra, seorang guru Bahasa Inggris, kini memasuki babak baru.

Muhammad Lutfi Padilah, siswa kelas 2 SMK Negeri 3 Berbak akhirnya membuka tabir peristiwa yang sempat simpang siur tersebut.

Bukan sekadar kenakalan remaja biasa, Lutfi membeberkan serentetan perlakuan tak patut yang diduga dilakukan oleh sang pendidik sebelum amuk massa siswa pecah.

Lutfi menceritakan, kejadian ini berawal dari hal sepele di penghujung jam pelajaran. Lutfi, yang merasa suasana kelasnya terlalu gaduh, berteriak “Woi, diam!” untuk menertibkan rekan-rekannya. Celakanya, di saat bersamaan, Agus Saputra tengah melintas di depan kelas.

Tanpa permisi kepada guru yang sedang mengajar, Agus masuk dengan langkah gusar.

“Siapa yang teriak ‘Woi’?” tanya Agus dingin. Lutfi bergeming, lalu maju mengaku. Bukannya teguran yang diterima, sebuah tamparan mendarat di pipi remaja itu di hadapan teman-temannya.

“Spontan saya ke depan, langsung di tampar,”ujar Muhammad Lutfi Padilah kepada wartawan, Kamis 15 Januari 2026.

Sentimen negatif terhadap Agus rupanya telah mengakar lama di sekolah ini. Sejumlah siswa menyebut Agus diduga memiliki tabiat unik sekaligus keras.

Ia enggan dipanggil bapak dan meminta siswa menyapanya dengan sebutan prince (Pangeran).

Tak hanya itu, lidahnya pun diduga kerap mengeluarkan diksi yang melukai hati siswa, mulai dari kata-kata kasar hingga hinaan terhadap kemiskinan orang tua siswa.

Puncak ketegangan terjadi saat para siswa mencoba melakukan konfrontasi damai. Mereka meminta Agus meminta maaf atas dugaan hinaan terhadap orang tua siswa.

Bukannya mereda, suasana justru memanas saat Agus diduga mengejek para siswa ketika hendak dibawa ke kantor guru.

Lutfi mencoba mendekat untuk mencari kejelasan, namun ia mengaku justru kembali mendapat pukulan di bagian hidung.

Pengeroyokan pun tak terhindarkan, vidionya pun kini viral di media sosial.

Namun, pengakuan paling mengejutkan dari Lutfi adalah apa yang terjadi setelah keributan awal.

“Pas saya sampai di depan muka dia, dia langsung meninju saya bagian hidung. Pas dia ninjau itu kebetulan kawan-kawan saya melihat semua, spontan kawan saya langsung mengeroyok dia itu,”jelas Lutfi.

“Sebenarnya kalau dia ga ninju duluan, ga ada pengeroyokan,”tambahnya.

Menurut Lutfi, Agus diduga sempat masuk ke kantor dan keluar kembali dengan menenteng dua bilah celurit atau arit rumput.

Dengan senjata tajam itu, guru yang senang disapa prince itu diduga mengejar para siswa, sehingga siswa pun kocar-kacir menyelamatkan diri. Vidio oknum guru mengejar siswa menggunakan arit rumput inipun beredar luas di media sosial.

“Kami posisi sudah tenang semua di dekat kantor guru itu, terus tiba-tiba dia keluar dengan 2 sabit, langsung mengejar kami semua,”ungkap Lutfi.

Keluarga Lutfi tak tinggal diam, mengetahui sang sang anak ditampar dan dikejar menggunakan sabit oleh oknum guru. Rabu malam lalu, mereka resmi menyeret perkara ini ke ranah hukum melalui Polsek Berbak.

Muhammad Ardi, kakak kandung Lutfi menegaskan, bahwa kekerasan dalam bentuk apa pun, terutama oleh pendidik tidak bisa ditoleransi.

“Kami minta hukum ditegakkan seadil-adilnya,” tegas Muhammad Ardi kepada wartawan, Kamis,(15/01/2026).

Kini, suasana di SMKN 3 Berbak masih diselimuti kegelisahan. Sebagian siswa berharap sang guru tak lagi menginjakkan kaki di kelas mereka.

Mereka mendambakan ruang kelas yang kembali tenang, tanpa ada lagi bayang-bayang tamparan atau kejaran sabit dari sang guru.(Rano)

Baca juga:

  • Buntut Guru Tampar Siswa, Pengeroyokan Pecah di SMKN 3 Tanjab Timur
Tags: PengeroyokanSMKN 3 BerbakTanjung Jabung Timur
Previous Post

Dosen Internasional UNJA, Ingatkan Perang Dunia 3 Didepan Mata, Ini Analisisnya 

Next Post

Bupati Fadhil Sambut kedatangan Kejurnas karate GOKASI

Next Post
Bupati Fadhil Sambut kedatangan Kejurnas karate GOKASI

Bupati Fadhil Sambut kedatangan Kejurnas karate GOKASI

Discussion about this post

Halo Indonesia News

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id

Navigate Site

  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id