Sandiaga Uno Berencana Mendaftarkan Tempe sebagai Warisan Kuliner Budaya UNESCO
Haloindonesianews.com – Negeri kita, Indonesia, dari Sabang sampai Merauke bukan hanya pulau saja yang berjajar, namun juga bahasa, suku-bangsa, adat istiadat, arsitektur, sampai makanan. Baik itu kekayaan hayati ataupun non-hayati berlimpah ruah di gugusan pulau yang dilewati cakrawala khatulistiwa ini.
Tempe, adalah satu dari banyak kekayaan tersebut. Berbahan dasar kedelai yang diolah dengan cara fermentasi, makanan sejuta rakyat ini sangat populer di Indonesia. Kandungan gizi yang cukup kaya dan dibarengi dengan harga yang terjangkau membuat makanan yang satu ini digemari banyak orang.
Baru-baru ini Sandiaga Uno yang menjabat sebagai Menteri Pariwisata dan Ekonomi Kreatif (Menparekraf) mengungkapkan akan mendaftarkan tempe sebagai warisan kuliner budaya kepada UNESCO.
Ide tersebut, ia ungkapkan kepada CNN Indonesia, bertujuan untuk mendorong tempe sebagai intangible cultural heritage (warisan budaya tak benda) setelah sebelumnya telah dilakukan pada dangdut.
Pendaftaran tersebut rencananya akan dilaksanakan pada penhujung bulan Juni 2021. Sandiaga Uno menginginkan tempe menjadi penerus rendang yang telah lebih dulu populer di kancah perkulineran dunia.
“Harapan kami, ingat tempe ingat Indonesia,” ujar Sandiaga Uno.
Ditetapkannya tempe sebagai warisan budaya dunia diharapkan dapat menjadikan tempe tidak lagi dipandang sebelah mata serta menghilangkan anggapan tempe sebagai makanan kelas dua. Sandiaga Uno juga berharap rencana ini dapat meningkatkan pengembangan produk-produk olahan tempe yang nantinya akan berdampak kepada meningkatnya produktivitas serta kreativitas para pengrajin tempe.
Eksistensi tempe sebagai makanan asli dari Indonesia sendiri memiliki sejarah yang cukup panjang. Dalam beberapa catatan sejarah tertulis bahwa tempe sudah ada sejak sebelum abad ke-16, yang pada saat itu bahan dasarnya terbuat dari kedelai hitam.
Tempe juga pernah masuk ke dalam catatan sejumlah penelitian yang terbit pada tahun 1940-an sampai 1960-an yang menyebutkan bahwa tempe pernah menjadi penyelamat banyak nyawa para tahanan Perang Dunia II.
Bukan hanya di Indonesia, saat ini tempe sudah banyak dikenal oleh masyarakat Eropa, yang pada mulanya diperkenalkan oleh orang-orang Belanda sejak tahun 1946.
Kaum vegetarian di seluruh penjuru dunia bahkan banyak yang menggunakan tempe sebagai pengganti daging. Dipilihnya tempe bukan tanpa alasan, tempe kaya akan gizi, termasuk di dalamnya protein, vitamin dan mineral.
Sumber: CNN Indonesia






Discussion about this post