Realisasi Cetak Sawah Mencapai 92 Persen
HALOINDONESIANEWS COM Batanghari- Program Cetak Sawah Rakyat di Kabupaten Batang Hari terus di lakukan guna menunjukkan progres signifikan.
Realisasi program Cetak Sawah Rakyat tercatat telah mencapai sekitar 92 persen dari total target seluas 602,28 hektare lahan yang direncanakan.
Kepala Bidang Prasarana dan Sarana Pertanian Pad Dinas Tanaman Pangan, Hortikultura dan Perkebunan Kabupaten Batang Hari, Bambang Satyono mengatakan program Cetak Sawah Rakyat telah terealisasi ditahun 2025 dan untuk berjalan selanjutnya pada tahun 2026,

Menurutnya, program tersebut merupakan penyambungan dari kegiatan cetak sawah yang telah dimulai pada 2025 dan dilanjutkan kembali melalui mekanisme adendum pada tahun ini
“CSR atau cetak sawah rakyat ini kita menyambung dari kegiatan tahun 2025, kemudian dilakukan adendum dan dilanjutkan pada 2026. Untuk tahun ini realisasinya sudah mencapai sekitar 92 persen, dan ini berdasarkan update terakhir per 9 Maret,” jelasnya.
Ia menjelaskan dari total target awal seluas 602,28 hektare, hingga saat ini lahan yang sudah direalisasikan dan selesai dikerjakan mencapai 565,65 hektare.
Dengan capaian tersebut, masih tersisa sekira 36,63 hektare yang saat ini masih dalam tahap pengerjaan.
“Dari total 602,28 hektare, saat ini yang sudah terealisasi dan selesai sekitar 565,65 hektare. Jadi masih ada sekitar 36,63 hektare lagi yang sedang dalam proses,” ujarnya
Ia mengatakan pengerjaan sisa lahan tersebut berada di wilayah Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, Kabupaten Batang Hari.
Pemerintah daerah pun menargetkan penyelesaian program tersebut dapat rampung sebelum batas waktu yang telah ditetapkan.
“Untuk sisa 36,63 hektare itu saat ini sedang berproses di Kelurahan Pasar Baru, Kecamatan Muara Bulian, dan diberikan batas waktu penyelesaian hingga 31 Maret,” katanya.
progres pekerjaan terus mengalami peningkatan.
Ia juga menjelaskan bahwa pelaksanaan program CSR tersebar di hampir seluruh kecamatan di Kabupaten Batang Hari.
Namun, ada satu wilayah yang tidak menjadi lokasi program tersebut karena kondisi lahan yang berbeda dibandingkan daerah lainnya. (yd)






Discussion about this post