Breaking News! Yudi Hariyanto Resmi Umumkan Mundur Dari Tim Pemenangan Dilla-Muslimin
HALOINDONESIANEWS.COM, Tanjabtim- Peta politik di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi kembali bergejolak.

Yudi Hariyanto, politikus Partai Nasdem yang juga Anggota DPRD Provinsi Jambi, secara mengejutkan mengumumkan pengunduran dirinya dari keanggotaan Tim Pemenangan pasangan Dilla Hich dan Muslimin Tanja.
Langkah ini disampaikan Yudi Hariyanto melalui akun media sosial pribadinya pada Kamis, (26/03/2026).
Keputusan ini tergolong krusial, mengingat posisi Yudi sebagai salah satu aktor kunci di balik layar pada Pilkada November 2024, yang sukses mengantarkan pasangan Dillah Hikmah Sari dan Muslimin Tanja menjadi Bupati dan Wakil Bupati Tanjung Jabung Timur periode 2025-2030.
Dalam pernyataannya, Yudi menegaskan bahwa langkah ini diambil sebagai bentuk transformasi sikap politik. Ia secara resmi menanggalkan atribut tim sukses yang selama ini melekat padanya.
“Waktunya untuk berubah dan merubah pola pikir,” tulis Yudi dalam narasi yang menyertai unggahannya.
Yudi menyoroti dua poin mendasar dalam manuver politiknya:
1. Status Tim yang Terkatung-katung: Yudi menyatakan keluar dari SK Tim Pemenangan atau Tim Sukses Dilla-Muslimin karena hingga saat ini, setahun lebih pasca-Pilkada, tim tersebut secara administratif belum pernah dibubarkan secara resmi.
2. Otonomi Legislator: Pasca-pengunduran diri ini, Yudi menegaskan komitmennya untuk kembali ke fungsi murni jabatan publiknya di DPRD Provinsi Jambi. Ia mengisyaratkan akan menjaga jarak dari lingkaran kekuasaan demi objektivitas dalam memperjuangkan kepentingan masyarakat Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Langkah Yudi Hariyanto ini diprediksi bakal menjadi kerikil dalam sepatu bagi stabilitas politik pendukung pemerintah daerah.
Dalam hitungan matematis politik, mundurnya tokoh sekelas Yudi menunjukkan adanya sumbatan komunikasi di internal koalisi.
Dengan memilih jalur yang ia sebut sebagai fungsi jabatan tanpa harus bersinergi dengan penguasa, Yudi Hariyanto seolah sedang membangun faksi kritis di parlemen.
Hal ini diyakini akan mengubah peta kekuatan politik di Kabupaten berjuluk Sepucuk Nipah Serumpun Nibung itu, terutama dalam fungsi pengawasan terhadap kebijakan kepala daerah terpilih yang sebelumnya ia usung.
Kepergian Yudi Hariyanto dari lingkaran elite pemenangan Dillah-Muslimin menandai babak baru dinamika politik di Kabupaten Tanjung Jabung Timur. (Rano)





Discussion about this post