600 KK di Tanjung Mandiri Belum Teraliri Listrik, PLN ini Prioritas Asal Pemerintah Ajukan IzinÂ
HALOINDONESIANEWS.COM Batanghari- Dalam upaya mendorong percepatan Masuknya jaringan listrik ke Desa Tanjung lebar Kecamatan Bahar Selatan Kabupaten Muaro Jambi, tepatnya di dusun Tanjung mandiri, PT.PLN Persero ULP Muara Bulian minta pemerintah kabupaten Muaro Jambi segera mengurus izin ke kementerian lingkungan hidup (LH), mengingat daerah tersebut masuk dalam kawasan hutan konservasi.
Kepala PT.PLN Persero ULP Muara Bulian Irsal linardi mengatakan ,belum masuknya jaringan listrik ke dusun Tanjung mandiri sungai Bahar disebabkan daerah tersebut masuk dalam kawasan hutan konservasi.Hal itu membuat kendala teknis dan regulasi. Namun Semuanya bisa teratasi , asalkan pemerintah kabupaten Muaro Jambi segera mengajukan izin ke kementerian LH terkait pemasangan jaringan dikawasan hutan konservasi tersebut.
Jika izin sudah di kantongi, PLN akan segera melakukan pemasangan jaringan.Wilayah tersebut, selama ini wilayah tersebut menjadi skala prioritas jaringan Listrik, mengingat tiang listrik sudah berdiri.
“Persoalan nya daerah dusun Tanjung mandiri terletak pada jalur jaringan listrik yang melintasi kawasan hutan konservasi, sehingga membutuhkan izin dari Kementerian lingkungan hidup. Kondisi ini membuat proses pembangunan tidak dapat dilakukan secara langsung tanpa melalui tahapan administrasi yang berlaku, jadi Pemkab diminta segera mengajukan izin, agar pemasangan jaringan segera dilakukan”ujarnya.
80 tahun Usia Indonesia merdeka. namun Belum meratanya pembangunan infrastruktur jaringan listrik masih dirasakan warga, seperti yang dirasakan oleh 600 kepala keluarga di dusun Tanjung mandiri sungai Bahar. Puluhan tahun Mereka hanya menikmati penerangan dengan mengandalkan genset dan lampu tenaga surya, dengan daya terbatas yang hanya mampu bertahan beberapa jam saja.
Ironisnya, infrastruktur berupa tiang listrik telah berdiri sejak tahun 2015 lalu. Sayangnya fasilitas tersebut tak kunjung mengalir ke rumah-rumah warga.
Kondisi ini semakin kontras karena dusun tetangga yang berjarak hanya sekitar 500 meter telah lebih dahulu menikmati listrik sejak bertahun-tahun lalu. Perbedaan mencolok ini menimbulkan tanda tanya besar terkait pemerataan pembangunan dan realisasi program elektrifikasi di wilayah tersebut. (yd)






Discussion about this post