Dinkes Tanjabtim Pastikan Stok Obat di RSUD Nurdin Hamzah Aman
HALOINDONESIANEWS.COM, Tanjabtim- Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Kabupaten Tanjung Jabung Timur (Tanjabtim), Jambi, Nasrul Diman, memberikan klarifikasi terkait isu keterbatasan persediaan obat-obatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nurdin Hamzah.
Nasrul menegaskan, bahwa stok obat di RSUD Nurdin Hamzah saat ini dalam kondisi aman. Ia menjelaskan bahwa mekanisme pengadaan obat di daerahnya dilakukan secara berkala. Begitu stok jenis obat tertentu menipis atau habis, pihak rumah sakit akan segera melakukan pemesanan melalui pihak ketiga atau rekanan yang telah bekerja sama.
“Obat, pemberian obat secara berkala. Artinya begitu obat akan stoknya salah satu atau beberapa macam obat akan habis, langsung dibuat surat pemesanan kepada pihak ketiga atau rekanan yang sudah ada,” ujar Nasrul Diman, Rabu (24/06/2026).
Terkait prosedur administrasi, Nasrul menyoroti pentingnya transparansi informasi melalui Sistem Informasi Rencana Umum Pengadaan (SIRUP).
Ia memastikan bahwa setiap rencana pengadaan wajib ditayangkan dalam sistem tersebut.
“Semua pengadaan harus melalui SIRUP. Mungkin ada terlupa kan, ya. Tapi yang jelas, sebelum diadakan pengadaan harus ditayangkan di SIRUP,” tambahnya.
Meskipun sempat terjadi kekosongan pada beberapa jenis obat, Nasrul memastikan masalah tersebut sudah teratasi. Ia telah menginstruksikan jajarannya untuk terus memantau ketersediaan logistik, agar pelayanan kesehatan kepada masyarakat tidak terganggu.
“Namun ada beberapa obat yang akan putus, beberapa hari ke depan, dan itu harus saya sudah perintahkan untuk diadakan. Jangan sampai obat-obat itu putus sehingga masyarakat yang membutuhkan tidak terlayani,” tegasnya.
Secara umum, ia memastikan stok obat-obatan, termasuk bahan medis habis pakai, telah tersedia untuk kebutuhan pelayanan. Hal ini ia pastikan setelah melakukan peninjauan langsung ke berbagai lini di RSUD Nurdin Hamzah.
“Saya sudah melakukan cross check langsung dari direktur, kemudian saya cek lapangan, baik yang di pelayanan, kemudian logistik, kemudian di gudang obat sendiri, terakhir tadi di keuangan. Setelah saya cross check, pada umumnya memang pernah ada kekurangan obat di bulan lima, tetapi sudah dipenuhi semua,” terang Nasrul Diman.(Rano)






Discussion about this post