Darurat Narkoba, HANI 2026 : Akankan Penindakan Narkoba Pandang Bulu
HALOINDONESIANEWS.COM, Batang Hari – Praktek peredaran Narkoba Sudah Sangat Menghawatirkan Bagi regenerasi, Kejahatan narkoba tanpa pandang bulu, siapapun bisa terjerat tanpa mengenal Usia, Di saat dunia memperingati Hari Anti Narkotika Internasional (HANI) Jum’at 26 juni 2026, Sedikitnya jeritan masyarakat dari lima desa di Kecamatan Muara Bulian justru menggema. Warga menuntut tindakan nyata terhadap maraknya Aktifitas peredaran narkotika yang dinilai semakin menghawatirkan dan meresahkan.
Desa Sungai Baung, Desa Aro, Desa Olak, Desa Singoan, dan Desa Bajubang Laut, Lima desa yang berdampingan di kecamatan muara Bulian disebut menjadi wilayah yang dikeluhkan masyarakat karena diduga menjadi lokasi peredaran narkotika jenis sabu.
Kekhawatiran terhadap keselamatan generasi muda kini berubah menjadi desakan yang menggema agar aparat penegak hukum bergerak lebih cepat dan lebih tegas dalam membumi hanguskan aktifitas peredaran narkoba di lima desa tersebut,tidak hanya dilima desa saja melainkan atensi setiap desa dalam setiap Kecamatan di Kabupaten Batanghari.
Sejumlah kepala desa mengaku telah berulang kali menyampaikan keresahan masyarakat. mereka khawatir akan nasib generasi muda bila telah dibubuhi narkotika, Mereka berharap informasi yang disampaikan tidak berhenti sebagai laporan semata, tetapi ditindaklanjuti dengan penyelidikan dan penegakan hukum sesuai ketentuan yang berlaku.
Kepala Badan Narkotika Nasional Kabupaten (BNNK) Batang Hari, AKBP M. Zuhairi, menjelaskan bahwa BNNK berperan melakukan pemetaan jaringan.
“kami telah berkoordinasi dengan Bidang Pemberantasan BNN Provinsi Jambi serta Satres Narkoba Polres Batang Hari untuk menindaklanjuti informasi yang diterima” paparnya
4 desa tersebut Masih menunggu hasil nyata berupa pengungkapan jaringan dan penindakan terhadap pihak-pihak yang terbukti terlibat. Di tengah semangat HANI 2026, warga berharap tidak ada ruang bagi pelaku kejahatan narkotika untuk terus merusak masa depan generasi muda.
Masyarakat juga meminta seluruh aparat penegak hukum menunjukkan komitmen melalui langkah yang profesional, transparan, dan tanpa pandang bulu. Kepercayaan publik akan semakin kuat apabila setiap informasi yang berkembang di masyarakat ditindaklanjuti secara terbuka sesuai proses hukum.
HANI 2026 seharusnya tidak berhenti sebagai seremoni tahunan. Peringatan ini harus menjadi titik balik lahirnya tindakan nyata dalam memutus mata rantai peredaran narkotika. Keselamatan generasi muda Batang Hari adalah tanggung jawab bersama, dan masyarakat kini menunggu bukti, bukan sekadar janji. (yd)






Discussion about this post