Sabtu, 30 Mei, 2026
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
Halo Indonesia News
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
No Result
View All Result
Home
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
Halo Indonesia News
No Result
View All Result

Australia, Inggris dan USA Resmi Membentuk Koalisi Kapal Selam Nuklir AUKUS

Australia mendapat Delapan Kapal Selam Canggih

Redaksi Halo Indonesia News by Redaksi Halo Indonesia News
November 24, 2021
in Berita, Internasional, Militer
0
Australia, Inggris dan USA Resmi Membentuk Koalisi Kapal Selam Nuklir AUKUS
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke WATweet!
Telah dibaca sebanyak: 1.849
Print 🖨

Koalisi Kapal Selam Nuklir AUKUS Resmi Terbentuk

HALOINDONESIANEWS, JAKARTA –Australia secara resmi membentuk program kapal selam nuklir untuk negaranya, pada Senin (22/11), sebagai hasil kesepakatan AUKUS yang melibatkan Inggris dan Amerika Serikat.

Menteri Pertahanan Australia Peter Dutton menandatangani perjanjian yang mengizinkan pertukaran informasi penggerak nuklir angkatan laut di antara ketiga negara. Penandatanganan ini juga dilakukan oleh Kuasa Usaha AS Michael Goldman dan Komisaris Tinggi (Duta Besar) Inggris Victoria Treadell.
Mengutip AFP, perjanjian ini merupakan perjanjian teknologi yang pertama ditandatangani secara publik sejak kesepakatan AUKUS diumumkan pada September lalu.

“Perjanjian itu akan memungkinkan kerja sama yang selanjutnya akan meningkatkan postur pertahanan bersama,” kata Presiden AS Joe Biden dalam sebuah pernyataan pada Jumat (19/11), beberapa hari sebelum acara penandatanganan Dutton.
Dalam kesepakatan AUKUS, Australia akan mendapatkan delapan kapal selam canggih bertenaga nuklir yang mampu melakukan misi jarak jauh secara diam-diam. Kesepakatan ini juga memberikan celah bagi ketiga negara untuk membagi pengetahuan siber, kecerdasan buatan, kuantum, dan informasi bawah laut.
Kesepakatan AUKUS sendiri tengah menuai amarah dari China. Negara Tirai Bambu itu menganggap kesepakatan ini sebagai ancaman yang sangat tak bertanggung jawab di wilayah Asia-Pasifik.

Prancis juga ikut kesal, mengingat Australia secara tak langsung membatalkan kontrak kapal selam yang terjalin antara kedua negara. Kontrak ini disebut memiliki nilai sebesar AUS$90 miliar (Rp929 triliun).

Perdana Menteri Australia Scott Morrison terlihat tak menyesal telah membatalkan kesepakatannya dengan Prancis. Ia bersikeras AUKUS ini merupakan bagian dari kepentingan nasional Australia dan bahwa ini akan mengacaukan hubungan dengan negara-negara sekutunya di Eropa.

Sementara itu, beberapa negara ASEAN juga menyuarakan keengganan mereka terkait kesepakatan AUKUS ini.

Menteri Luar Negeri Malaysia, Saifuddin Abdullah, mengatakan Kuala Lumpur dan Jakarta menyimpan kekhawatiran yang sama mengenai dampak dan konsekuensi dari kemitraan AUKUS di kawasan.

“Kami sepakat pada isu terbaru di kawasan mengenai negara di dekat kawasan kami yang membeli kapal selam bertenaga nuklir,” kata Saifuddin saat konferensi pers virtual usai bertemu Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi di Jakarta.

“Walaupun negara itu (Australia) tak punya kapasitas senjata nuklir, kami (RI-Malaysia) khawatir dan prihatin,” lanjutnya.

Tak hanya itu, Wakil Presiden Akademi Diplomat Vietnam, Nguyen Hung Son, menyampaikan seharusnya AS, Inggris, dan Australia turut mendiskusikan kemitraan AUKUS dengan ASEAN. Sebab, kesepakatan ketiga negara besar itu berhubungan dengan wilayah Asia Tenggara.

“Pertama-tama saya pikir dampak langsungnya adalah kesan bahwa AS dan bahkan Inggris memiliki komitmen jangka panjang di kawasan ini (Indo-Pasifik). Mereka memperkuat sekutu mereka dan terlepas dari pembicaraan mereka tentang sentralitas ASEAN. Ada banyak penekanan pada sekutu dan mitra tradisional mereka,” ujar Nguyen.

“ASEAN perlu bertanya pada dirinya sendiri mengapa hal (kesepakatan) itu terjadi di atas wilayah ASEAN. Dan tanpa sepengetahuan ASEAN,” paparnya menambahkan.

 

Source : cnnindonesia.com

Tags: Amerika SerikatAUKUSAustraliaInggrisKapal Selam NuklirKoalisiMiliter
Previous Post

Gubernur Al Haris Resmikan Aplikasi SIPelamban BPOM Jambi

Next Post

Gubernur Al Haris Raih Penghargaan People Of The Year 2021

Next Post
Gubernur Al Haris Raih Penghargaan People Of The Year 2021

Gubernur Al Haris Raih Penghargaan People Of The Year 2021

Discussion about this post

Halo Indonesia News

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id

Navigate Site

  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id