Setelah Autopsi, Terkuak Perbedaan Pernyataan Polri Dengan Temuan Baru Kematian Brigadir Yoshua
HALOINDONESIANEWS.COM –Kasus kematian Brigadir J atau Nofriansyah Yoshua Hutabarat masih diselimuti misteri. Namun menjelang dan usai autopsi ulang jenazah Brigadir J, misteri itu sedikit demi sedikit mulai terkuak.
Pembongkaran makan dan autopsi ulang jenazah Brigadir J dilakukan di Sungai Bahar, Jambi pada Rabu (27/7/2022). Selain itu, Komnas HAM juga turut menyumbang temuan baru setelah memeriksa barang bukti antara lain berupa lebih dari 20 video dan saksi-saksi terkait.
Pengacara Brigadir J, Kamaruddin Simanjuntak, mengaku telah memperoleh informasi terkait hasil autopsi. Meski proses autopsi masih berlangsung hingga dua pekan ke depan di Jakarta, namun pihaknya telah menerima penjelasan penting tentang bagaimana kondisi Brigadir J tewas.
Baca juga :
Dalam proses autopsi independen yang dipimpin tim forensik RSCM, dua perwakilan keluarga dari tenaga medis sudah dilibatkan. Hasilnya, diketahui banyak luka tembakan dari jarak dekat dengan cara menempelkan senjata api ke tubuh korban.
“Lubang itu ada di belakang kepala tembus ke hidung, leher tembus ke bibir, ada juga di leher, di dada, dan di tangan. Semua tembakan lurus menembus tubuh yang menandakan penembakan dari jarak dekat,” ungkap dia.
Penembakan ini membantah pernyataan Kepala Biro Penerangan Masyarakat Mabes Polri Brigjen Pol Ahmad Ramadhan, jika Brigadir J tewas karena terlibat baku tembak.
Menurut Kamaruddin, peluru yang ditembakkan dengan jarak meski 3-5 meter dinilai tak akan menembus tubuh melainkan bersarang di tubuh koban.
Selain luka tembak, ada juga luka penyiksaan yang diterima Brigadir J. Sebelum proses kematian, Brigadir J disebut menerima serangkaian penyiksaan berat.
Source : IDN Times






Discussion about this post