Senin, 4 Mei, 2026
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
Halo Indonesia News
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
No Result
View All Result
Home
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
Halo Indonesia News
No Result
View All Result

11 Orang Tewas Akibat Banjir Lahar Dingin di Lembata NTT

Redaksi Halo Indonesia News by Redaksi Halo Indonesia News
April 5, 2021
in Bencana alam, Daerah
0
11 Orang Tewas Akibat Banjir Lahar Dingin di Lembata NTT
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke WATweet!
Telah dibaca sebanyak: 1.712
Print 🖨

Banjir Lahar Dingin di Lembata NTT Tewaskan 11 Orang Banjir lahar dingin.

Halo Indonesia News, NTT – Banjir lahar dingin yang berasal dari Gunung Ile Lewotolok, Keamatan Ile Ape, menerjang Kabupaten Lembata, Nusa Tenggara Timur (NTT), Minggu (4/4). Banjir besar ini menyebabkan tewasnya 11 warga.

“Korban yang telah ditemukan dalam kondisi meninggal ada 11 orang, sebelumnya sudah ditemukan enam orang pada Minggu siang, namun pada petang hari ditemukan lagi lima orang,” kata Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Lembata Siprianus Meru, seperti dilansir Antara, Senin (5/4/2021).

Tujuh jenazah disebut telah dimakamkan, sementara empat jenazah lainnya masih proses identifikasi. Petugas RSUD Lewoleba ditugaskan untuk identifikasi jenazah sebelum dimakamkan.

“Data sementara baru 11 orang yang meninggal dan kemungkinan jumlahnya bertambah karena proses pencarian masih dilakukan,” kata dia.

BPBD Kabupaten Lembata saat ini masih mendata bencana alam di tiga desa yang paling parah. Ketiga desa tersebut adalah Amakaka, Tanjung Batu, dan Waowala.

“Tiga desa ini yang paling parah dengan jumlah korban yang meninggal cukup banyak. Proses pencarian terhadap korban yang hilang di tiga desa ini masih berlangsung,” kata Sipri yang turun langsung melakukan pencarian dan pemakaman terhadap para korban banjir di Kabupaten Lembata itu.

Saat terjadi bencana, cukup banyak warga di tiga desa itu yang sedang tidur. Hujan cukup deras dan angin kencang terjadi saat peristiwa tersebut.

“Banyak korban yang meninggal dan hilang dalam peristiwa ini karena terjebak dalam aliran banjir bandang lahar dingin dari kawasan Gunung Ile Lewotolok,” kata Sipri.

(Red)

Tags: Banjir Lahar Dingin NTT
Previous Post

Tak Ingin Kades Terlibat Kasus Hukum, Kejari Muaro Jambi Beri Pembekalan

Next Post

Dikemas ke dalam Travo Listrik, 2 Kilogram Sabu Nyaris Beredar di Jambi

Next Post
Dikemas ke dalam Travo Listrik, 2 Kilogram Sabu Nyaris Beredar di Jambi

Dikemas ke dalam Travo Listrik, 2 Kilogram Sabu Nyaris Beredar di Jambi

Discussion about this post

Halo Indonesia News

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id

Navigate Site

  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id