Haloindonesianews.com, Jambi – Budidaya tanaman sereh wangi sebagai salah satu bahan penghasil minyak Atsiri semakin diperhitungkan, selain menguntungkan juga tidak ada limbah yang dibuang selain itu cara membudidayakannya juga mudah.
Sereh wangi dikenal sebagai salah satu bahan pembuat aroma terapi, parfum juga dimanfaatkan untuk bahan produk kesehatan bahkan pertanian dan aneka olahan lainnya.
“Banyak sekali manfaat dari sereh wangi ini, sebagai bahan baku campuran aroma terapi, sabun, parfum dan obat tradisional, seperti minyak urut,” Menurut Slamet, Petani sekaligus pengusaha Penyulingan minyak sereh wangi yang berada di RT 02 Desa Pondok Meja Kecamatan Mestong Kabupaten Muaro Jambi, Saat ditemui Haloindonesianews.Com , Selasa (27/07/2021).
“Tanaman sereh wangi bisa mulai dipanen setelah usia 6 bulan setelah itu 3 bulan sekali bisa di panen lagi, cara penanamannya juga mudah dalam satu Hektar bisa di tanam 10 ribu bibit sereh wangi.
Biasanya setiap hari dari hasil penyulingan kami bisa menghasilkan 3-4 liter minyak sereh wangi tergantung bahan baku ,di pasaran harga perliter 170 – 200 ribu.

Saya sudah 5 tahun bergelut di dunia sereh wangi ini, sebelum saya kerja serabutan, Alhamdulillah ada yang percaya dengan saya untuk meminjamkan modal sehingga usaha ini bisa berkembang seperti sekarang “,ujar lelaki ramah asal desa pager Sari, Semarang Jawa tengah tersebut.
Dalam menjalankan usahanya Selamet dibantu oleh 4 orang karyawan, Bahkan pemasaran hasil produk penyulingan minyak sereh wangi tersebut sudah sampai ke provinsi tetangga seperti Sumatera Barat, Lampung dan Bengkulu.
“Kami cuma terkendala modal, apalagi disaat Pandemi seperti sekarang ini, semoga pemerintah berkenan memberikan bantuan kepada pelaku UMKM seperti kami.” Pungkas Selamet.
(Janiarto)






Discussion about this post