Sakiyah, Penderita Tumor Ganas di Muarojambi Butuh Uluran Tangan Dermawan
HALOINDONESIANEWS,MUAROJAMBI –Nasib malang dialami Sakiyah (30) salah satu warga RT 02 Desa Suka Maju Kecamatan Mestong Kabupaten Muarojambi Karena sudah dua tahun lebih berjuang melawan kanker Tumor Ganas yang ia derita.
Ibu dari Dua Anak yang masih Balita dan tergolong keluarga tidak mampu itu kini hanya bisa pasrah dan berharap
adanya uluran bantuan dari para dermawan untuk biaya perobatannya.
Istri dari Erwin Efendi (36) ini terlihat lemas dengan berat badan yang terus menyusut, kondisi Sakiyah semakin hari kian memprihatinkan.
Sang suami yang sehari-harinya bekerja
hanya sebagai buruh harian bangunan tak mampu lagi membiayai pengobatan sang istri.

“Saya kerja serabutan, kadang bekerja di bangunan, apa saja yang penting halal dan bisa untuk makan keluarga, semoga ada pihak-pihak yang membantu pengobatan istri saya” ujar Efendi
Sakiyah yang tinggal di rumah papan bersama suami dan Dua anaknya yang masih balita dibantu oleh ketua RT setempat akhirnya mampu melunasi iuran BPJS yang menunggak selama Dua tahun lebih.
Berbekal BPJS, Sakiyah pun di dibawa berobat ke sejumlah Rumah Sakit.
Meski telah dibawa berobat di Dua Rumah Sakit yakni Salah satu Rumah Sakit yang ada di Kota Jambi dan salah satu Rumah Sakit yang berada di Palembang, Sumatera Selatan,
Namun Sakit yang diderita Sakiyah tak juga kunjung sembuh.
Dokter mengatakan bahwa Tumor Ganas yang diidap Sakiyah tidak bisa lagi Diobati , Satu-satunya jalan untuk sembuh adalah dilakukan Amputasi.
Disebabkan kondisi ekonomi keluarga yang semakin sulit dan tidak memiliki biaya lagi, Sakiyah dan Suami memilih untuk pulang ke Jambi.
Kini warga di Desa Suka Maju itupun tak mampu lagi membayar Iuran BPJS sehingga kembali menunggak.
Awalnya, Penyakit yang diderita Sakiyah ditandai dengan Benjolan kecil di paha kaki kirinya saat itu Sakiyah mengira itu hanya bisul dan benjolan biasa namun semakin lama semakin membesar.
Hal tersebut karena lantaran keterbatasan ekonomi saat ini Sakiyah dan Keluarganya hanya bisa berharap uluran tangan dermawan untuk biaya perobatan.
“Sakiyah hanya berharap, adanya bantuan dari pemerintah untuk meringankan beban hidunya, sehingga ia dapat kembali menjalani pengobatan agar dapat sembuh dan beraktivitas seperti semula “Kalau bisa ada bantuan dari pemerintah agar bisa berobat lagi bang.” Ujarnya lirih
(Janiarto)






Discussion about this post