Jumat, 14 Agustus, 2026
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
Halo Indonesia News
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
No Result
View All Result
Home
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
Halo Indonesia News
No Result
View All Result

Sudah Ganti Tahun, Proyek Rusunawa Senilai 13 Miliar di Kota Jambi Belum Juga Selesai

Redaksi Halo Indonesia News by Redaksi Halo Indonesia News
Januari 26, 2022
in Berita, Daerah
0
Sudah Ganti Tahun, Proyek Rusunawa Senilai 13 Miliar di Kota Jambi Belum Juga Selesai

Gedung rusunawa universitas Muhammadiyah yang dibiayai oleh APBN/ foto : inilah Jambi

0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke WATweet!
Telah dibaca sebanyak: 2.018
Print 🖨

Sudah Ganti Tahun, Proyek Rusunawa Senilai 13 Miliar di Kota Jambi Belum Juga Selesai

HALOINDONESIANEWS, KOTA JAMBI – Proyek rumah susun sederhana sewa (rusunawa) di Kampus II Universitas Muhammadiyah Jambi senilai Rp13.68 Miliar molor pengerjaannya. Hingga kini, proyek Dirjen Perumahan Kementerian PUPR ini masih digarap oleh kontraktor pelaksana dari PT Tiur Multi Persada.

Dikutip dari Inilah Jambi  di lokasi rusun pekan lalu, tampak pekerja masih merapikan beberapa bagian bangunan. Sementara material berserak di bagian luar.

Dalam dokumen kontrak yang diperoleh Inilah Jambi disebutkan, rusun tipe 24 itu dibangun berlantai 3 dengan jumlah kamar 43 unit lengkap dengan meubeler. Pagu anggaran proyek sebesar Rp. 15.3 Miliar dari dana APBN 2021.

Pada September 2021 lalu, konsultan proyek (PT Riau Multi Cipta Dimensi) melaporkan progres pengerjaan masih 50 sekian persen. Ada keterlambatan target waktu dan volume pengerjaan pada saat itu.

“Pelaksanaan proyek itu sudah molor dari awal. Target tidak tercapai, baik waktu dan volume. Bahkan sampai saat ini pengerjaan belum selesai juga,” kata sumber dikutip dari inilah Jambi, 26 Januari 2022.

Sampai berita ini dirilis belum mendapat keterangan dari kontraktor pelaksana PT Tiur Multi Persada yang beralamat di Rukan Kirana Business Park Kirana Cawang, Jalan DI Panjaitan, Kav48, Kelurahan Cipinang Cempedak, Kecamatan Jatinegara – Jakarta Timur.

Sementara itu, Kepala Balai Pelaksana Penyediaan Perumahan (P2P) Wilayah Sumatera IV, Tambat Yulis mengakui keterlambatan proyek rusunawa di Bagan Pete tersebut. Menurut dia hingga akhir Desember 2021, volume pengerjaan masih kurang 5 persen. Namun waktu pengerjaan ditambah 90 hari ke depan, hingga Maret 2022.

Baca juga :

  • Janggal, Proyek 2 Miliar PU Provinsi Jambi di Tanggo Rajo,Baru Dibangun Kini Sudah Dibongkar

“Akhir Desember 2021 lalu memang masih kurang volumenya sekitar 5 persen. Tapi diberi tambahan waktu 90 hari. Otomatis, sesuai PMK 184 (Peraturan Menteri Keuangan) ” ujar Tambat, Rabu 26 Januari 2022.

Dijelaskan dia, proyek dengan nilai diatas Rp10 Miliar yang bersumber dari APBN diberi waktu tambahan 90 hari dari waktu kontrak apabila ada keterlambatan pengerjaan oleh kontraktor. “Itu sudah otomatis (tambahan waktu). Diatur dalam PMK 184,” kata dia.

Meski diberi dispensasi 90 hari, Tambat meminta kontraktor pelaksana agar ngebut, sehingga progres proyek bisa 100 persen pada Februari 2022. Tidak harus selesai Maret 2022.

“Kami perkirakan proyek ini selesai dalam waktu dekat. Sehingga serah terima pengelolaan rusunawa dapat dilakukan pada Februari 2022 ini,” kata Tambat lagi.

Anggota DPR RI dapil Jambi dari PAN, Haji Bakrie, mengakui memang ada keterlambatan pengerjaan oleh kontraktor.

“Waktu saya pantau Desember 2021 lalu, memang ada keterlambatan. Tapi informasinya boleh ada tambahan waktu sesuai PMK 184 nomor sekian. Secara rinci silahkan minta keterangan ke Balai Perumahan,” ujar Bakri, melalui sambungan telepon.

Dari laman Kemenkeu.go.id, Inilah Jambi menemukan PMK 184/PMK.05/2021 yang dimaksud berbunyi: “Pelaksanaan Anggaran dalam rangka Penyelesaian Pekerjaan pada Masa Pandemi Corona Virus Disease 2019 yang Tidak Terselesaikan sampai dengan Akhir Tahun Anggaran 2021 dan akan Dilanjutkan pada Tahun Anggaran 2022,”

Lokasi Rusun Sepi dan Jauh

Hibah proyek rusunawa Universitas Muhammadiyah oleh Kementerian PUPR dibangun di lahan milik Universitas Muhammadiyah di kawasan Bagan Pete, Kota Jambi.

Proyek rusun itu tampak janggal. Sebab dibangun di lokasi yang jauh dari jangkauan transportasi umum. Sementara tidak ada fasilitas lain, di lokasi itu selain rusunawa tersebut.

“Rusunawa itu berdiri sendiri. Fasiltas utamanya tidak ada. Rusunawa itu fasilitas penunjang. Aneh ini. Fasilitas penunjang dibangun lebih dulu dari pada fasilitas utama. Jalan tidak ada. Masih tanah. Sekeliling masih semak belukar yang lebat,” kata seorang aktivis LSM Jambi kepada Inilah Jambi.

Rektor Universitas Muhammadiyah Jambi, Dr Nurdin, membenarkan rusunawa itu merupakan proyek bantuan dari Kementerian PUPR kepada Muhammadiyah Jambi.

Menurut dia, di lahan itu nantinya akan dibangun kampus II Universitas Muhammadiyah Jambi beserta fasiltas lain. Namun dia mengakui belum tahu kapan realisasinya.

“Ya pembangunannya bertahap karena kemampuan keuangan. Karena kita dapat program rusunawa dan kebetulan kita punya lahan yang memang diperuntukkan kampus 2,” ujar Nurdin melalui pesan WhatsApp kepada Inilah Jambi, pekan lalu.

Dijelaskan Nurdin, para mahasiswa yang akan tinggal disana nantinya akan diantar jemput menggunakan bus dari Kampus 1 Universitas Muhammadiyah di kawasan Sipin, ke lokasi.

“Untuk penggunaan kita belajar dari UMY. Nantinya kalau sudah diresmikan akan digunakan untuk mahasiswa dan pembekalan- pembekalan. Sebelum dibangun ruang kelas sekarang lagi diusahakan alat transportasi untuk menjembatani ini,” ujarnya lagi.

Hingga kini Nurdin mengakui belum tau kapan akan diadakan serah terima dari Kementerian PU PR kepada pihak mereka.

“Masih progres karena fasilitas di dalam dilengkapi dulu. InsyaAllah Februari atau Maret ini (diserahterimakan),” Nurdin menyampaikan.

(Nurul Fahmy & tim)

Tags: Proyek molorRusunawa
Previous Post

Al Haris : HKTI Mitra Strategis Pemerintah Sejahterakan Petani

Next Post

Atasi Kenaikan Harga Minyak Goreng, Pemprov Jambi Gelar Pangan Murah 

Next Post
Atasi Kenaikan Harga Minyak Goreng, Pemprov Jambi Gelar Pangan Murah 

Atasi Kenaikan Harga Minyak Goreng, Pemprov Jambi Gelar Pangan Murah 

Discussion about this post

Halo Indonesia News

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id

Navigate Site

  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id