Ribuan Sopir Angkutan Batubara di Jambi Akan Demo Besar-besaran
HALOINDONESIANEWS, JAMBI – Polemik angkutan batubara di Jambi membuat Komunitas Sopir Angkutan Batubara Provinsi Jambi menggelar audiensi dengan Gubernur Jambi, Kamis, 16 Februari 2023.
Dalam audiensi yang digelar di rumah dinas Gubernur Jambi tersebut, terjadi diskusi hangat antara perwakilan sopir angkutan batubara, Gubernur Jambi, Wakil gubernur Jambi, Dinas Perhubungan dan Badan Kesbangpol Provinsi Jambi.
Dalam pertemuan ini, Komunitas Sopir Angkutan Batubara menyampaikan 11 poin penting, terkait persoalan dan permintaan mereka kepada pemerintah Provinsi Jambi.
Poin-poin tersebut diantaranya:
1. Persoalan nomor lambung yang dinilai kurang efektif dan tidak memprioritaskan sopir yang berdomisili di Jambi.
2. Persoalan harga amprah angkutan batu yang semakin menurun akibat adanya kebijakan pemberlakuan nomor lambung.
3. Persoalan banyaknya penyekatan yang terjadi di sepanjang jalan.
4. Persoalan pembatasan jam muat batubara dari pukul 19.00 WIB sampai dengan pukul 23.00 WIB setiap tambang.
5. Persoalan banyaknya pungutan liar yang terjadi.
6. Meminta Gubernur Jambi membuat pos di titik rawan terjadi pungutan liar dan kemacetan.
7. Meminta agar penindakan dilakukan di mulut tambang.
8. Meminta Perda yang di buat untuk direvisi kembali.
9. Mencabut Perda yang melarang mobil di bawah tahun 2013 untuk angkutan batubara.
10. Mengurangi mobil angkutan perusahaan yang semakin bertambah, 50 unit sampai dengan 100 unit mobil saja.
11. Menindak tegas angkutan batubara yang membuat macet (blong kanan).
Ketua Umum Komunitas Sopir Angkutan Batubara Provinsi Jambi, Tursiman mengatakan, harus ada solusi konkrit dari pemerintah daerah untuk menyelesaikan permasalahan kemacetan yang ada saat ini.
“Kami selalu mendukung kebijakan pemerintah yang mengutamakan masyarakat Jambi. Sesuai dengan apa yang dikatakan pak Gubernur, bahwa setiap keputusannya nanti akan melibatkan Komunitas Sopir Angkutan Batubara selaku organisasi yang sudah resmi mewakili masyarakat,” tegasnya.
Sementara itu, dalam pertemuan tersebut Gubernur Jambi, Al Haris menyambut baik audiensi yang dilakukan oleh pengurus Komonitas Sopir Angkutan Batubara Jambi ini.
Ia pun turut menanggapi permintaan dan keluhan para sopir angkutan batubara tersebut, terutama soal adanya pungutan liar terhadap para sopir angkutan batubara.
Gubernur menyatakan bakal menempatkan banyak petugas di titik-titik jalan yang kerap terjadi pungutan liar, agar tidak ada lagi pungutan liar kedepannya.
“Tentu mereka mau seperti yang lainnya. Kalau yang lainnya dapat stiker, mereka juga dapat stiker. Karena mereka sama sopir juga, orang Jambi lagi. Saya minta mereka urus izin transportirnya. Kita bantu nanti agar sama haknya dengan yang lain,” tutup Gubernur Jambi.
Untuk diketahui, Komonitas Sopir Angkutan Batubara Provinsi Jambi akan menggelar aksi demonstrasi besar-besaran pada tanggal 28 Febuari 2023 mendatang. 2.000 massa sopir dan 1.000 angkutan batubara dijadwalkan akan hadir dalam aksi damai tersebut. (Red) berarti kaki kita buat ini acaranya 2 sikap pegangan kita jadikan laporan tuh laporan itu






Discussion about this post