Sabki: Peringatan Nuzulul Qur’an Sebagai Wahana untuk Mentadabburi Al Qur’an
HALOINDONESIANEWS, Muaro Jambi – Tidak terasa bulan yang penuh berkah telah memasuki pertengahan Ramadhan. Bertepatan di bulan ini pula, Kitab Suci Al Qur’an di turunkan oleh Allah SWT bagi umat Islam melalui Malaikat Jibril kepada Rasulullah. Peristiwa ini yang kemudian di kenal dengan nama Nuzulul Qur’an.
Turunnya Al Qur’an tidak hanya sebuah penegasan atas kemuliaan -Nya dan sekaligus yang menerima -Nya , yaitu Nabi Muhammad SAW. tetapi harus diiringi semangat untuk kembali kepada Al Qur’an dan Sunnah, mempelajari, menghayati dan mengamalkannya.
Kepala Bidang SD Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi, Sabki, SP.d mengatakan “Hendaknya peringatan Nuzulul Qur’an kali ini dimaknai sebagai wahana untuk mentadabburi Al Qur’an.”
“Bukan hanya membaca, mempelajari tapi juga menghayati makna dan esensi yang terkandung dalam Al Qur’an.” ujarnya Sabtu (8/4/2023).
Menurut Sabki, dengan senantiasa memperingati Nuzulul Qur’an akan terpatri dalam sanubari untuk selalu cinta dan setia kepada Al Qur’an dan isinya dapat diaplikasikan di kehidupan sehari-hari.”
Baca juga:
Ada banyak hal yang bisa kita maknai dari hikmah Nuzulul Quran, secara umum bisa digambarkan sebagai berikut:
Adanya peringatan Nuzulul Quran ini, kita dapat mengetahui bahwa Rasulullah dalam menyampaikan dakwahnya tidaklah mudah. Halangan dan rintangan serta celaan di terima Rasulullah dari kaum kafir Quraisy.
Dengan turunnya Alquran, para sahabat lebih mudah menghafal serta memahami isi Alquran. Sebab, kebanyakan sahabat pada masa Rasulullah tidak bisa membaca dan menulis.
Diturunkannya Alquran kepada Rasulullah secara perlahan atau berangsur adalah sebagai pelajaran bagi Kita agar selalu sabar dan harus berhati-hati dalam menghadapi berbagai cobaan. Kita juga harus bertahap dalam memahami berbagai ajaran agama Islam sebagaimana bertahapnya Alquran diturunkan.
Memperingati Nuzulul Quran berarti sesungguhnya bersiap kembali menghidupkan Alquran dan sunah Rasulullah. Alquran harus senantiasa bersama kita, jadikan tiada hari dalam Ramadan dan selepas Ramadan kecuali bersama Alquran dan sunah Rasulullah.
“Al Qur’an merupakan salah satu mukjizat Nabi Muhammad Saw dan petunjuk bagi umat manusia serta pembeda antara yang makruf dan mungkar.” pungkas Sabki. (JN)






Discussion about this post