Bikin Sesak Nafas, Warga Timur Jaya Minta Pembakaran Arang Distop
HALOINDONESIANEWS, MUAROJAMBI – Adanya aktivitas pembakaran arang tempurung batok kelapa di Lorong Timur Jaya RT 01 Kasang Pudak kecamatan Kumpeh Ulu Kabupaten Muaro Jambi dikeluhkan warga setempat. Pasalnya kepulan asap hasil pembakaran menganggu lingkungan sekitar.
Terlihat sejumlah warga mendatangi lokasi gudang pembuatan arang tersebut.
“Asap dari pembakaran arang tersebut sangat menggangu, membuat sesak nafas, kehadiran kami malam ini disini untuk memastikan pemilik Usaha pembuatan arang menghentikan aktivitas pembakaran arang batok kelapa tersebut.” Kata Amat Dardiri Ketua RT setempat, Minggu malam (14/05/2023)
Atas desakan warga ia meminta pemilik gudang untuk menghentikan pembakaran atau memindahkan ketempat lain karena mengganggu warga.
“Sudah berulang kali saya mengingatkan untuk menghentikan aktivitas pembakaran arang tersebut karena Asap sangat menggangu warga sekitar, warga khawatir asap dari pembakaran berdampak tidak baik bagi kesehatan, terutama balita.”
“Sudah berulang kali ditegur yang memberikan teguran kepada pemilik Usaha bukan cuma warga tapi dari Babinsa, Bhabinkamtibmas, pemerintah desa bahkan beberapa waktu lalu Kapolsek Kumpeh Ulu sudah datang kemari dan memberikan teguran tapi sepertinya tidak juga digubris.”ujar Dardiri
Baca juga:
- Rusak Parah, Warga Sungai Gelam Blokir Jalan
- Sembunyi di Plafon, Maling di Kasang Pudak Nyaris Diamuk Massa
Aseng, pemilik gudang usaha pembakaran arang mengakui bahwa usaha miliknya dikeluhkan warga setempat dan sudah berkali -kali mendapat teguran.
“Iya bang, sudah beberapa kali ditegur, saya cuma mau menghabiskan Batok kelapa ini sisa dari produksi kopra bulan lalu tidak banyak, kalau dibakar paling 3-4 hari sudah habis, kami sebulan bisa menghasilkan 7 – 8 ton arang itupun kalau cuaca normal.” ujarnya
“Sudah hampir satu tahun usaha pembuatan arang ini berjalan kalau pekerjanya ada tiga orang, kami minta waktu minimal satu Minggu untuk menghabiskan sisa tempurung batok kelapa selanjutnya ganti usaha lain”. ujarnya
Pantauan di lokasi ada 11 tungku pembakaran arang dan 6 tungku yang dihidupkan, aktivitas pembakaran arang yang berada di tengah pemukiman warga dikeluhkan karena menimbulkan polusi asap membuat sebagian warga mengalami sesak nafas.
(Janiarto)






Discussion about this post