Aliran Dana Illegal Driling Diduga Mengalir ke Banyak Oknum Pemangku Kebijakan di Batanghari
Haloindonesianews.com, Batanghari- Aktifitas illegal drilling di kabupaten Batanghari seakan tak pernah punah, berbagai aliran dana dari hasil illegal drilling disinyalir banyak oknum yang turut menikmatinya, sehingga berbagai upaya pemilik modal menyuplai hasil illegal drilling untuk melancarkan aktivitas eksploitasi alam di Kabupaten Batanghari.
Bocoran Selebaran Contangan Pemilik Sumur illegal drilling hingga postingan di media sosial yang menceritakan keluhan mereka yang tidak menyetor fee selama dua bulan, sementara kesepakatan telah disepakati bersama.
“Assalamualaikum, izin min mau cerito sedikit masalah illegal driling di ds jebak sudah duo bulan ini dak Ado fee yang mengalir masuk ke karang taruna Bulian baru yg sudah d sepakati bersama 15% persen untuk Bulian baru dan 25% untuk jebak. diduga kuat adanya permainan oknum aparat desa/kades Bulian baru dengan yang punyo sumur minyak tersebut. Bantu post min, mksh” jelas tulisan dalam postingan tersebut yang menampilkan layar handphone.

Selain itu beredar dari hasil catatan rekap pengeluaran yang disebut uang koordinasi yang disinyalir dari pelaku sumur Illegal Drilling di Batanghari yang menyebutkan pembagian uang koordinasi dan upah pekerja illegal drilling serta pengeluaran aktifitas illegal drilling dengan tulisan, Salah satunya dari rekap tersebut menyebutkan adanya pemberian ke polres.
Baca juga:
- Sumur Tambang Minyak Ilegal di Bungku Terbakar
- Korupsi Dana Desa, Mantan Kades Mekar Sari Makmur Dijebloskan ke Penjara
Sementara Kapolres Batanghari AKBP Bambang Purwanto saat dikonfirmasi melalui pesan singkat WhatsApp mengenai catatan tersebut mengaku tidak mengetahui .
” Ngasihnya ke siapa pak” sebut Kapolres Batanghari AKBP Bambang Purwanto Selasa (6/02/24)
Sambung Kapolres saat media ini mempertanyakan “Cotangan ini bagaimana, dan ngasihnya kesiapa ya ngak tau komandan, makanya kita mau konfirmasi”.
Dijawab Kapolres AKBP Bambang Purwanto ” Gimana apanya bro, itu kertas dari mana, makanya saya tanya kasih ke siapa, karena saya tidak tahu, Contangan itu apa ” sebutnya melalui pesan WhatsApp. (Yadi)






Discussion about this post