Sabtu, 18 April, 2026
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
Halo Indonesia News
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
No Result
View All Result
Home
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
Halo Indonesia News
No Result
View All Result

Ternyata Tol Bayung Lencir-Tempino Konstruksinya Menggunakan “Gabus”

Akhir Juli 2024 progres pembangunan sudah mencapai 91, 03 persen

Redaksi Halo Indonesia News by Redaksi Halo Indonesia News
Juli 31, 2024
in Automotive, Berita, Daerah, Ekonomi, Hukum, Lifestyle, Nasional, Pemerintahan, Politik, Sosial, Teknologi
0
Ternyata Tol Bayung Lencir-Tempino Konstruksinya Menggunakan “Gabus”

Ternyata Tol Bayung Lencir-Tempino Konstruksinya Menggunakan "Gabus"/HIN

0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke WATweet!
Telah dibaca sebanyak: 1.884
Print 🖨

Ternyata Tol Bayung Lencir-Tempino Konstruksinya Menggunakan “Gabus”

HALOINDONESIANEWS.COM, JAMBI- Gabus atau Busa ternyata bisa menjadi material alternatif untuk membangun jalan tol. Bahkan penggunaan gabus untuk memperkuat konstruksi tol di Indonesia rupanya bukan sesuatu yang baru.

Hal tersebut diketahui dari penjelasan Arief PPK jalan tol Bayung Lencir-Tempino, menurutnya penggunaan gabus atau busa tersebut dikenal dengan istilah metode geofoam.

Gabus atau geofoam pertama kali di gunakan di tol Baleno/HIN

“Metode geofoam ini pertama kali di Jambi tapi untuk daerah Jawa tepatnya di tol Cisumdawu sudah dipakai lokasinya ada di Kabupaten Sumedang Jawa Barat diterapkan pada oprit jembatan” ujarnya. Selasa (30/7/2024).

Baca juga:

  • Terkendala Pembebasan Lahan, Tol Bayung Lencir-Tempino di Target Rampung Akhir Agustus 2024 

 

Menurut Arief, metode geofoam ini sebagai solusi untuk mengatasi masalah tanah lunak dan mudah ambles.

“Penggunaan teknologi geofoam di tol Baleno ini sepanjang 350 meter untuk pengganti tanah timbunan karena dibeberapa titik area dibutuhkan stabilitas dan daya dukung yang tinggi.”ujarnya.

“Diharapkan dengan penggunaan geofoam mampu meminimalisir penurunan tanah. Selain itu diketahui bahwa geofoam ini tahan lama bisa sampai seratus tahun, mampu menahan bobot berat dan bahannya sangat ringan hanya 30 kg setiap baloknya cuma dibutuhkan 4 orang untuk proses pemasangan balok geofoam.”

“Untuk progres pembangunan Tol Bayung Lencir-Tempino (Baleno) ini sudah mencapai 91,03 persen kami optimis akhir Agustus 2024 rampung.” tegas Arief. (Janiarto)

Tags: Jalan Tol BalenoJambiTeknologi GeofoamTol Bayung Lencir-Tempino
Previous Post

Sosialisasi Bahaya Narkoba, Anita Yasmin Tekan Pemberantasan Narkoba 

Next Post

Gubernur Al Haris Pantau Pembangunan Tol Baleno, Progres Pekerjaan 92,5 Persen

Next Post
Gubernur Al Haris Pantau Pembangunan Tol Baleno, Progres Pekerjaan 92,5 Persen

Gubernur Al Haris Pantau Pembangunan Tol Baleno, Progres Pekerjaan 92,5 Persen

Discussion about this post

Halo Indonesia News

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id

Navigate Site

  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id