Kamis, 21 Mei, 2026
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
Halo Indonesia News
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
No Result
View All Result
Home
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
Halo Indonesia News
No Result
View All Result

Dampak Pencemaran Lingkungan, Emak-emak Satroni Stockpile Protes Debu Batu Bara

Redaksi Halo Indonesia News by Redaksi Halo Indonesia News
Desember 20, 2024
in Berita, Daerah, Ekbis, Hukrim, Kesehatan, Nasional, Pemerintahan, Politik, Sosial
0
Dampak Pencemaran Lingkungan, Emak-emak Satroni Stockpile Protes Debu Batu Bara
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke WATweet!
Telah dibaca sebanyak: 1.553
Print 🖨

Dampak Pencemaran Lingkungan, Emak-emak Satroni Stockpile Protes Debu Batu Bara

HALOINDONESIANEWS.COM, Batang Hari – Puluhan Warga Mendatangi Sebuah Stockpile Aktifitas Batu Bara Milik PT. BHJ/PDN di Desa Koto Boyo, Kecamatan Bathin 24, Kabupaten Batanghari, Jambi, pada rabu (18/12/2024).

Massa dari Kaum Emak-emak dan Anak-anak ini Berunjuk Rasa Sebagai Bentuk Protes Warga atas Tercemarnya Lingkungan Sekitar Akibat Debu Yang Dihasilkan dari Perusahaan Tambang Batu Bara Di Wilayah tersebut.

Menurut warga sekitar, Debu Batu Bara Yang Mencemari Lingkungan Warga Sudah Berlangsung Lama, Bahkan Debu Batu Bara juga Mengakibatkan Warga Sekitar Terserang Penyakit, Seperti Batuk dan penyumbatan saluran pernapasan.

“Kami minta Stockpile ini segera ditutup karena setiap hari kami selalu Menghirup Debu Batu Bara,” kata Abunyamin.

Tidak hanya itu, Debu Batu Bara yang Berterbangan Juga Sudah Mencemari Air Sungai, Sumur dan Sudah Masuk Ke Dalam Rumah-rumah Warga Sekitar. Diakuinya juga, bahwa warga sudah Empat Tahun Menderita Akibat Aktivitas Tambang Batu Bara ini.

Baca juga:

  • Disinyalir Adanya Praktek Jual Beli Lahan Kawasan Hutan PT Reki , Dinas Kehutanan Jambi Angkat Bicara

“sejak Stockpile ini berdiri sekitar empat tahun lalu, selama itulah kami hidup debu. Dan kami juga sudah melayangkan surat ke dinas lingkungan hidup Kabupaten Batanghari agar masalah ini cepat selesai, namun sampai hari ini belum menemukan titik terang,” jelasnya.

Aksi protes emak-emak ini sempat memanas dan terjadi adu mulut dengan seorang pria yang diduga pesuruhan pihak perusahaan. Warga akhirnya membubarkan diri karena turun hujan.

Warga kembali berencana akan melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi, kalau Stockpile ini tidak ditutup. (yd)

Tags: BatubaraPencemaran Lingkungan
Previous Post

Gubernur Al Haris Menerima Penghargaan APBD Awards Tahun 2024  dari Kemendagri 

Next Post

Nurdin Khalid Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum Dekopin Periode 2024-2029

Next Post
Nurdin Khalid Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum Dekopin Periode 2024-2029

Nurdin Khalid Kembali Terpilih sebagai Ketua Umum Dekopin Periode 2024-2029

Discussion about this post

Halo Indonesia News

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id

Navigate Site

  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id