Dampak Pencemaran Lingkungan, Emak-emak Satroni Stockpile Protes Debu Batu Bara

HALOINDONESIANEWS.COM, Batang Hari – Puluhan Warga Mendatangi Sebuah Stockpile Aktifitas Batu Bara Milik PT. BHJ/PDN di Desa Koto Boyo, Kecamatan Bathin 24, Kabupaten Batanghari, Jambi, pada rabu (18/12/2024).
Massa dari Kaum Emak-emak dan Anak-anak ini Berunjuk Rasa Sebagai Bentuk Protes Warga atas Tercemarnya Lingkungan Sekitar Akibat Debu Yang Dihasilkan dari Perusahaan Tambang Batu Bara Di Wilayah tersebut.
Menurut warga sekitar, Debu Batu Bara Yang Mencemari Lingkungan Warga Sudah Berlangsung Lama, Bahkan Debu Batu Bara juga Mengakibatkan Warga Sekitar Terserang Penyakit, Seperti Batuk dan penyumbatan saluran pernapasan.
“Kami minta Stockpile ini segera ditutup karena setiap hari kami selalu Menghirup Debu Batu Bara,” kata Abunyamin.
Tidak hanya itu, Debu Batu Bara yang Berterbangan Juga Sudah Mencemari Air Sungai, Sumur dan Sudah Masuk Ke Dalam Rumah-rumah Warga Sekitar. Diakuinya juga, bahwa warga sudah Empat Tahun Menderita Akibat Aktivitas Tambang Batu Bara ini.
Baca juga:
“sejak Stockpile ini berdiri sekitar empat tahun lalu, selama itulah kami hidup debu. Dan kami juga sudah melayangkan surat ke dinas lingkungan hidup Kabupaten Batanghari agar masalah ini cepat selesai, namun sampai hari ini belum menemukan titik terang,” jelasnya.
Aksi protes emak-emak ini sempat memanas dan terjadi adu mulut dengan seorang pria yang diduga pesuruhan pihak perusahaan. Warga akhirnya membubarkan diri karena turun hujan.
Warga kembali berencana akan melakukan aksi dengan jumlah massa yang lebih banyak lagi, kalau Stockpile ini tidak ditutup. (yd)






Discussion about this post