Kerusakan Lingkungan Meluas Dampak Semburan Api Illegal Driling

HALOINDONESIANEWS.COM, BatangHari – Hingga Memasuki Hari Ke Enam, Kebakaran Tambang Minyak Ilegal Di Dusun Senami Desa Jebak Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batanghari Jambi, Belum Berhasil Dikendalikan. Semburan Minyak yang Bercampur Gas Dari Sumur Tambang, menyebabkan Kerusakan Lingkungan.
Kobaran Api Illegal Driling Yang Membumbung Tinggi Setinggi Lima Meter keatas, Pasca Kebakaran Sumur Tambang Minyak Ilegal, Sampai Hari Ini Belum Juga Berhasil Dipadamkan.
Semburan Api Yang Terjadi Selama Ini di Kawasan Hutan Produksi Dusun Senami, Desa Jebak, Merupakan Hasil Dari Keserakahan Tangan tangan Jahil yang tidak bertanggung jawab sebagai Pemain Illegal driling, selain itu Merupakan Ketidak Mampuan Petugas Untuk Memberantas Nya.
Tim Gabungan Yang berupaya melakukan pemadaman api hingga Sampai Saat Ini Terus Berupaya Menjinakkannya, Agar Kobaran Api Tidak Merembet Ke Areal Perkebunan Warga Dan Hutan lainya tidak membuahkan hasil.
Sahlan Kasi Pengendali Ekosistem Hutan pada Dinas Lingkungan Hidup Daerah Kabupaten Batanghari, menjelaskan, Minyak Yang Tumpah Akibat Dari Aktivitas Pengeboran Minyak Secara Ilegal, Mengakibatkan Kerusakan Lingkungan Sekitar dan Mencemari Aliran Anak Sungai.
” dampak dari aktifitas Illegal driling, dan meledaknya sumur minyak dengan kobaran api, berdampak pada kerusakan lingkungan disekitarnya” jelas Sahlan Rabu (15/01/2025)
Terkait Kebakaran Di Sumur Tambang Minyak Ini, Tim Gabungan Belum Menemukan Solusi, teknis Pemadaman Yang Akan Dilakukan.
Sementara Pemilik Sumur (Dk) Masih Diburu Polisi Untuk Mempertanggung Jawabkan Atas Keserakahanya Melakukan Eksploitasi Kawasan Tahura, Dengan Berdampak Terjadinya Ledakan, hingga Menimbulkan Korban Jiwa.
Sebelumnya Kapolres Batanghari AKBP Handoyo Yudhy Santosa Berjanji akan menindak tegas siapa saja anggotanya yang terlibat dalam Aktifitas illegal driling.
“bila terbukti anggota kita, akan kita tindak tegas hingga pemberhentian secara tidak hormat” Sebutnya Selasa (14/01/2025). (yd)






Discussion about this post