Jumat, 5 Juni, 2026
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
Halo Indonesia News
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
No Result
View All Result
Home
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
Halo Indonesia News
No Result
View All Result

Tidak Ada Pemberitahuan, Pedagang di Batanghari Masih Bebas Jual Beras Oplosan yang ditarik Pemprov Jambi

Redaksi Halo Indonesia News by Redaksi Halo Indonesia News
Agustus 5, 2025
in Berita, Bisnis, Daerah, Ekbis, Ekonomi
0
Tidak Ada Pemberitahuan, Pedagang di Batanghari Masih Bebas Jual Beras Oplosan yang ditarik Pemprov Jambi
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke WATweet!
Telah dibaca sebanyak: 1.548
Print đź–¨

Tidak Ada Pemberitahuan, Pedagang di Batanghari Masih Bebas Jual Beras Oplosan yang ditarik Pemprov Jambi

HALOINDONESIANEWS.COM, Batanghari- Instruksi penarikan sementara sejumlah merek Beras Oplosan oleh Pemerintah Provinsi Jambi ternyata seperti angin lalu di Batang Hari. Faktanya, Warung-warung Kecil hingga pengecer masih bebas menjualnya, ntah apa yang melatar belakangi mereka masih menjual beras yang bermerk dilarang sementara tersebut, selain itu tidak ada satu pun petugas Disperindagkop Batanghari yang turun memberi imbauan.

Surat Resmi Pemerintah Provinsi Jambi dengan jelas telah menarik sementara beras merek Raja Ultima, Raja Platinum, Sania, Sip, Fortune, Dua Koki, Topi Koki, dan Sentra Pulen ditarik sementara dari peredaran sejak 17 Juli 2025. Alasannya, diduga merupakan beras oplosan dan sedang menunggu hasil uji laboratorium.

Namun di lapangan, khususnya di Kabupaten Batang Hari, kenyataannya berbeda. Pedagang masih menjual Bebas beras-beras tersebut seperti biasa.

“Tidak ada orang dinas yang datang kasih tahu kami. Jadi ya kami masih jual saja, kalau tidak, mau makan apa kami?” ujar salah seorang pedagang beras di Muara Bulian.

Baca juga:

  • Tim Satgas Pangan Jambi Tarik dari Peredaran Tujuh Merk Beras disinyalir Oplosan

 

Pedagang lain bahkan menantang wartawan untuk turun langsung. “Abang cek lah, hampir semua warung masih jual beras merek yang dilarang itu. Tidak ada pemberitahuan resmi ke kami,” katanya.

Kondisi ini memperlihatkan lemahnya koordinasi di lapangan. Di satu sisi, Pemerintah Provinsi Jambi mengklaim mengambil langkah preventif demi keamanan pangan. Di sisi lain, masyarakat Batang Hari masih leluasa membeli beras yang status edarnya sudah ditarik.

Sementara Edi Shabara Kabid Perdagangan Disperindagkop dan UKM Batanghari saat di hubungi tidak merespon, Hingga berita ini diturunkan, belum ada tindak lanjut jelas dari Dinas Perindustrian, Perdagangan dan Koperasi Kabupaten Batang Hari maupun tim pengawas pangan lainnya. (Yd)

Tags: Beras Oplosan
Previous Post

Tim Satgas Pangan Jambi Tarik dari Peredaran Tujuh Merk Beras Disinyalir Oplosan

Next Post

Ibu 3 Anak Penderita Tumor Ganas di Muaro Jambi Butuh Uluran Tangan Dermawan 

Next Post
Ibu 3 Anak Penderita Tumor Ganas di Muaro Jambi Butuh Uluran Tangan Dermawan 

Ibu 3 Anak Penderita Tumor Ganas di Muaro Jambi Butuh Uluran Tangan Dermawan 

Discussion about this post

Halo Indonesia News

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id

Navigate Site

  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id