Perkuat Iman Siswa Dan Guru di Era Digital, SMAN 8 Tanjab Timur Peringati Isra Mi’raj
HALOINDENESIANEWS.COM, Tanjabtim- Di tengah gempuran arus informasi dan teknologi yang kian tak terbendung, SMA Negeri 8 Tanjung Jabung Timur, Jambi, memilih jalur spiritual untuk memperkuat karakter siswanya.
Pada Rabu,(21/01/2026), pihak sekolah menggelar peringatan Isra Mi’raj Nabi Muhammad SAW 1447 H sebagai upaya refleksi di tengah era disrupsi digital.
Berpusat di Musholla Al-Hidayah SMAN 8 tanjabtim, acara ini mengusung tema ‘Hikmah Isra Mi’raj Sebagai Landasan Penguatan Iman dan Akhlak Peserta Didik Di Era Digital’.
Pemilihan tema ini bukan tanpa alasan, ia menjadi respon langsung terhadap tantangan moral yang dihadapi generasi Z saat ini.
Kepala SMAN 8 Tanjung Jabung Timur, Muhamad Tahang, menegaskan bahwa perjalanan agung Nabi Muhammad SAW harus dimaknai melampaui sekadar teks sejarah. Menurutnya, teknologi informasi adalah pisau bermata dua yang memerlukan kendali iman yang kuat.
“Tantangan moral di era digital menuntut siswa memiliki benteng iman yang kokoh. Ini penting agar mereka tidak terjerumus dalam dampak negatif teknologi,” kata Muhammad Tahang dalam sambutannya.
Senada dengan hal tersebut, Ustadz Muhammad Darwis Bakrie.Lc.M.Ag, yang hadir sebagai penceramah, menyoroti korelasi antara ibadah salat buah dari peristiwa Isra Mi’raj, dengan perilaku di dunia maya. Ia memaparkan bahwa disiplin salat seharusnya mampu membentuk etika dan adab siswa saat berinteraksi di media sosial.
“Nilai-nilai dalam salat bisa diterapkan untuk membentuk etika saat berinteraksi, baik di dunia nyata maupun di jagat digital,” ujar Muhammad Darwis Bakrie Bakri di hadapan para siswa dan guru SMAN 8 Tanjung Jabung Timur.
Pantauan di lokasi menunjukkan antusiasme peserta yang mengikuti rangkaian acara sejak dimulai hingga berakhir.
Acara dibuka dengan lantunan ayat suci Al-Qur’an sebelum memasuki sesi bedah hikmah.
Pihak sekolah berharap kegiatan ini tidak berhenti sebagai seremoni tahunan belaka. Target besarnya adalah transformasi perilaku.
Siswa diharapkan mampu memilah informasi dan menjauhi konten negatif, menerapkan nilai-nilai spiritual dalam berkomentar dan berbagi informasi di media sosial, serta menjadikan integritas moral sebagai identitas utama siswa di sekolah.
Melalui momentum ini, SMAN 8 Tanjung Jabung Timur berupaya mencetak generasi yang tidak hanya cakap secara digital, tetapi juga memiliki kedalaman spiritual yang mumpuni. (Rano)






Discussion about this post