Korban Keracunan Capai 150 Siswa, Operasional SPPG Sengeti Muaro Jambi Dihentikan Sementara
Haloindonesianews.com, Muaro Jambi – Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi mengambil langkah tegas menyusul insiden dugaan keracunan massal yang menimpa puluhan siswa dan guru dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kecamatan Sekernan. Sekretaris Daerah (Sekda) Muaro Jambi, Budhi Hartono, mengumumkan penghentian sementara operasional Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Sengeti terhitung mulai hari ini.
Langkah ini diambil setelah jumlah korban terdampak dilaporkan mencapai 150 orang hingga Sabtu (31/1/2026) pagi.
Penghentian operasional ini bertujuan untuk memberikan ruang bagi tim investigasi melakukan uji laboratorium secara menyeluruh terhadap sampel makanan yang diduga menjadi sumber keracunan.
“Kami sudah berkoordinasi dengan Koordinator SPPG. Mulai hari ini sampai keluarnya hasil investigasi, SPPG Sengeti ditutup sementara,” ujar Budhi Hartono saat memberikan keterangan kepada media.
Dalam penjelasannya, Budhi mengindikasikan adanya kemungkinan kelalaian dalam penerapan Standar Operasional Prosedur (SOP) oleh pihak pengelola SPPG. Ia menegaskan bahwa jika prosedur kebersihan, pemilihan kualitas bahan makanan, hingga standar gizi dijalankan secara konsisten, insiden medis seperti ini seharusnya dapat diantisipasi.
“Kami mengimbau seluruh SPPG di Muaro Jambi agar benar-benar mematuhi SOP. Kalau dijalankan dengan baik, kejadian seperti ini tidak akan terjadi,” tambahnya.
Meski pemerintah daerah bergerak cepat melakukan investigasi bersama pihak terkait, Budhi menjelaskan bahwa keputusan final mengenai sanksi maupun kelanjutan operasional SPPG Sengeti berada di bawah wewenang penuh Badan Gizi Nasional (BGN). Pemkab Muaro Jambi bertindak sebagai pendamping dalam proses investigasi yang hasilnya akan segera dilaporkan ke BGN Pusat.
Sebagai langkah pencegahan jangka pendek, Pemkab Muaro Jambi dijadwalkan akan mengumpulkan seluruh kepala SPPG di wilayah tersebut pada Senin mendatang. Pertemuan ini dimaksudkan untuk mempertegas kembali komitmen terhadap keamanan pangan agar program nasional ini tidak lagi membahayakan masyarakat.
Kasus ini merupakan insiden pertama sejak program MBG digulirkan di wilayah tersebut. Pemerintah daerah memastikan bahwa pengawasan ke depan akan diperketat demi menjamin kesehatan para siswa sebagai penerima manfaat utama program tersebut. (Red)
Baca juga:
Usut Kasus Keracunan Massal di Sekernan, Polisi Amankan Sampel Menu Makan Bergizi Gratis






Discussion about this post