Sumur Illegal Drilling Baru Masif Operasional, Inisial WN dan SL Santer pemilik Banyak Sumur
HALOINDONESIANEWS.COM- Batang Hari- Aktivitas pengeboran minyak tanpa izin alias ilegal drilling di wilayah Kabupaten Batang Hari, Provinsi Jambi dilaporkan semakin mengkhawatirkan.
Praktik ilegal ini semakin masif merambah kawasan lindung dan wilayah kerja perusahaan resmi.
Berdasarkan pantauan di lapangan, Selasa 31 Maret 2026, aktivitas ini terpusat di Desa Pompa Air dan Desa Bungku, Kecamatan Bajubang Kabupaten Batanghari Hari
Mirisnya, para pelaku kini nekat merambah kawasan Taman Hutan Raya (Tahura) yang merupakan hutan negara yang seharusnya dilindungi.
Meski modus yang sering digunakan adalah menggarap kembali sumur tua, fakta di lapangan menunjukkan hal berbeda. Para penambang non-profesional ini justru membuka lubang-lubang bor baru secara ilegal di dalam Wilayah Kerja Pertamina (WKP).
Jejak-jejak kerusakan terlihat nyata dengan adanya lubang bor liar yang tersebar di banyak titik, kolam penampungan minyak darurat yang terbuka hingga lahan gundul akibat pembukaan akses alat berat. Kerusakan Lingkungan Sedikitnya mencatat puluhan hektar lahan berdampak kerusakan lingkungan yang sangat serius.
Pemandangan mencolok terlihat pada jalur distribusi minyak mentah hasil jarahan tersebut. Aktivitas ini seolah berjalan terang-terangan tanpa tersentuh hukum.
Sepeda motor yang dimodifikasi membawa jeriken berisi minyak mentah bebas melintas di jalanan umum. tanpa hambatan yang berarti.
Selain itu, truk dengan bak yang dimodifikasi berisi tangki besi persegi empat mengangkut minyak ilegal melenggang bebas di jalan raya.
Situasi ini memicu keresahan warga dan pertanyaan besar terkait sejauh mana komitmen penegakan hukum di wilayah tersebut.
Informasi yang dihimpun di lapangan menyebutkan, bahwa aktivitas di lokasi tersebut diduga dikoordinir oleh sejumlah oknum.
Nama inisial WN dan SL santer disebut-sebut sebagai pemilik beberapa sumur ilegal drilling yang beroperasi di wilayah tersebut.
Tindakan tegas dari aparat penegak hukum dan pihak terkait sangat diharapkan, untuk menutup lokasi dan memproses dalang di balik perusakan hutan negara serta pencurian minyak bumi tersebut. (Red)






Discussion about this post