Gas Elpiji Non Subsidi Meroket Naik, Pembeli drastis turun
HALOINDONESIANEWS COM, Batanghari Hari – Dampak kelangkaan Energi Dunia yang berdampak langsung pada kebutuhan masyarakat, bahkan Harga gas elpiji non-subsidi denga ukuran 5,5 kg dan 12 kg di Kabupaten Batanghari mengalami kenaikan signifikan dalam beberapa hari terakhir.
Dampak Global, Kenaikan harga gas Elpiji non subsidi ini dampak dari kelangkaan global energi dampak dari konflik timur tengah, hingga kenaikan gas non subsidi melonjak sighnifikan.
Salinah pemilik Toko Gas Berlian di kota Muara Bulian, mengungkapkan harga gas 5,5 kilogram mencapai Rp130.000 per tabung, dari sebelumnya Seharga Rp110.000.
Sementara gas Elpiji berukuran 12 kilogram naik menjadi Rp. 250.000 dari sebelumnya seharga Rp. 220.000 ribu.
Ia menilai perubahan harga kali ini sebelumnya tidak se sighnifikan ini bahkan kenaikan biasanya hanya beberapa ribu saja.
“Ini bukan naik bang , tapi ganti harga yang melonjak tinggi,” sebutnya.
Menurutnya, kenaikan yang terjadi dalam waktu singkat membuat masyarakat kaget dan berdampak pada minat beli. dalam kondisi normal, penjualan gas 12 kilogram bisa mencapai 10 tabung per hari, namun kini menurun drastis.
Selain itu, ia menjelaskan sebelum harga berubah, dirinya biasa membeli stok hingga 100 tabung gas 12 kilogram atau lebih dalam sekali belanja. Untuk ukuran 5,5 kilogram, biasanya mencapai sekira 20 tabung.
Namun, sejak harga mengalami perubahan, ia mengaku belum kembali melakukan pembelian stok karena permintaan yang menurun.
“Sekarang belum belanja lagi sejak harga naik, karena peminat sudah hampir tidak ada,” katanya.
“Harapannya harga bisa normal lagi, tidak melambung tinggi. Soalnya harga bahan kebutuhan lainya ikut naik, sementara penghasilan masyarakat tidak bertambah,” jelasnya.
Sementara itu, ibu rumah tangga Titik, mengatakan dalam menggunakan gas elpiji 12 kilogram untuk kebutuhan sehari-hari.
Ia menyebut satu tabung bisa bertahan hingga tiga bulan karena pemakaian yang tidak terlalu sering.
Ia mengakui telah mengetahui adanya kenaikan harga tersebut dan menilai hal itu akan berdampak pada pengeluaran rumah tangganya.
“Saya memang sudah dengar harga naik, tentu akan memengaruhi pengeluaran, ,” sebutnya.
kenaikan harga Elpiji non subsidi yang merupakan kebijakan pemerintah pusat, namun tidak untuk gas melon yang masih normal dan pemerintah berjanji hingga akhir tahun 2026, tidak menaikkan harga gas Elpiji 3 kilogram yang merupakan gas subsidi pemerintah yang diperuntukkan bagi warga miskin. (yd)






Discussion about this post