Produksi Budidaya Ikan Tembus 238 ton di Awal Tahun 2026, Kedepan Penuhi Program MBG
HALOINDONESIANEWS.COM, Batanghari Hari– Produksi Budidaya budidaya ikan di Kabupaten Batang Hari tercatat 238 ton pada periode Januari hingga Maret 2026, yang tersebar di tiga kecamatan dalam kabupaten Batanghari yakni kecamatan Pemayung, Muara Bulian, dan Tembesi,
Produksi tersebut didominasi oleh budidaya ikan air tawar seperti patin yang dibudidayakan melalui kolam air tenang dan keramba.
Hal ini disampaikan oleh Kepala Bidang Perikanan Dinas Peternakan dan Perikanan Batang Hari, Afrizal. Ia mengatakan angka tersebut menjadi awal yang cukup baik dalam upaya mengejar target produksi tahun 2026.
“Untuk produksi ikan budidaya pada triwulan pertama ini sekitar 238 ton, yang berasal dari beberapa wilayah sentra budidaya,” katanya.
Ia menjelaskan selain ikan patin, komoditas ikan nila dan lele juga menjadi fokus pengembangan budidaya di kabupaten Batanghari.
Pendataan lanjutan terhadap produksi ikan tersebut akan kembali dilakukan pada bulan Juni mendatang.
“Untuk nila dan lele nanti akan ada pendataan lagi di bulan 6,” ujarnya.
Ia menyebut selama ini hasil budidaya ikan sebagian besar langsung dipasarkan ke pasar tradisional, termasuk dari wilayah Pemayung yang banyak menggunakan kolam tanah.
Namun ke depan, pihaknya mulai menjajaki kerja sama dengan pihak ketiga untuk pengolahan hasil perikanan dalam bentuk fillet, khususnya untuk mendukung program Makan Bergizi Gratis (MBG).
“Selama ini hasil ikan langsung dijual ke pasar, namun kita juga sedang mendorong kerja sama dengan pihak ketiga untuk pengolahan dalam bentuk fillet,” jelasnya.
Lebih lanjut, ia berharap capaian produksi ikan di tahun 2026 dapat mencapai target yang telah ditetapkan.
Berdasarkan informasi yang sebelumnya target produksi ikan budidaya pada tahun 2026 sebesar 10.500 ton.
Ia berharap tahun ini dapat meningkatkan pendapatan masyarakat pembudidaya ikan di Kabupaten Batang Hari.
“Kita berharap tahun ini target produksi bisa tercapai, bahkan meningkat, sehingga pendapatan nelayan dan pembudidaya juga ikut naik,” pungkasnya. (red)





Discussion about this post