Selasa, 12 Mei, 2026
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
Halo Indonesia News
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
No Result
View All Result
Home
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
Halo Indonesia News
No Result
View All Result

Konflik Program MBG di SPPG Pandan Lagan Memanas, Darmanto Kecewa, Novilia Dewi Tantang Audit

Redaksi Halo Indonesia News by Redaksi Halo Indonesia News
Mei 12, 2026
in Bisnis, Daerah, Nusantara, Sosial
0
Konflik Program MBG di SPPG Pandan Lagan Memanas, Darmanto Kecewa, Novilia Dewi Tantang Audit
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke WATweet!
Telah dibaca sebanyak: 657
Print 🖨

Konflik Program MBG di SPPG Pandan Lagan Memanas, Darmanto Kecewa, Novilia Dewi Tantang Audit

HALOINDONESIANEWS.COM, Tanjabtim- Pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, kembali didera persoalan internal.

Kali ini, ketegangan muncul antara pihak yayasan pengelola dengan mitra lokal di lapangan.

Darmanto, mitra Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Pandan Lagan, Kecamatan Geragai, secara terbuka mengungkapkan kekecewaannya terhadap pola komunikasi dan manajemen yang dijalankan oleh Yayasan Nuansa Mitra Sejati.

Dugaan konflik ini mencuat setelah hubungan kerja sama yang awalnya didasari azas saling percaya antara Darmanto dan pimpinan yayasan, Novalia Dewi, retak.

Persoalan bermula dari ketidakjelasan status kemitraan hingga masalah keterlambatan pembayaran insentif operasional.

Darmanto menceritakan, bahwa selama ini ia menjalankan tugas sebagai mitra tanpa adanya kontrak tertulis di atas hitam putih.

Ia mengaku hanya berpegang pada komitmen lisan. Namun, situasi mulai memanas ketika pihak yayasan tiba-tiba mendatangi SPPG Pandan Lagan dengan membawa notaris dan pengacara.

“Awalnya kami saling percaya, makanya di notaris pun tidak ada (perjanjian). Tapi tiba-tiba mereka datang membawa notaris. Saya merasa ada yang salah, jadi tidak saya tanda tangani surat yang disuguhkan dan saya minta mereka pulang,” ujar Darmanto saat ditemui Haloindonesianews.com di kediamannya, Senin (11/05/2026).

Kekecewaan Darmanto kian memuncak setelah kepulangan mereka dari pertemuan dengan Badan Gizi Nasional (BGN) di Jakarta sekitar tiga minggu lalu. Ia mengeklaim akses komunikasinya diputus secara sepihak oleh Novalia Dewi.

“Nomor telepon saya diblokir. Sejak pulang dari Jakarta itu sudah tidak ada komunikasi,” tambahnya.

Salah satu poin krusial yang memicu kemarahan Darmanto adalah adanya inkonsistensi pernyataan pihak yayasan mengenai status dirinya. Di daerah, Darmanto diajak bekerja sama sebagai mitra program, namun ia mendapati informasi berbeda saat berada di Jakarta.

“Saya tanya baik-baik ke beliau, kenapa di daerah saya disebut sebagai mitra, tapi di BGN Pusat saya disebut sebagai investor. Bukannya dijawab dengan jelas, dia justru bilang ‘terserah kamulah Pak, pokoknya hari Minggu barang saya angkut’. Itu yang membuat saya kecewa berat,” ungkap Darmanto.

Selain masalah status, kendala finansial juga membayangi kerja sama ini. Meski uang sewa gedung sudah dibayarkan, walaupun terlambat, Darmanto menyebutkan, bahwa uang sewa untuk dua unit mobil operasional belum dibayarkan, memasuki kurun waktu yang ke dua bulan. Padahal, sesuai regulasi BGN, pembayaran seharusnya dilakukan setiap dua minggu sekali.

“Satu mobil nilai insentifnya Rp 6,3 juta per bulan. Sekarang pembayarannya sesuka hati mereka saja, tidak konsisten dengan aturan yang ada,” tegasnya.

Sebelumnya, empat SPPG di bawah naungan yayasan yang dikelola Novilia Dewi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi sempat berhenti beroperasi sementara akibat dugaan penggelembungan harga (mark up) bahan baku.

– Pengelola Yayasan Buka Suara

Sementara itu, Pengelola Yayasan Nuansa Mitra Sejati, Novilia Dewi, memberikan klarifikasi resmi terkait isu yang berkembang mengenai pengelolaan dana bantuan di SPPG Pandan Lagan.

Novilia menegaskan, bahwa pengelolaan anggaran negara menuntut selektivitas tinggi dan akuntabilitas yang ketat.

Menurut Novilia, permasalahan yang terjadi di lingkungan SPPG jauh lebih kompleks dari pada apa yang selama ini beredar di media sosial. Sebagai pihak yang bertanggung jawab atas pengelolaan Bantuan Pemerintah (Banper), yayasan mengaku harus menjalankan prosedur yang sangat selektif demi menjaga integritas penggunaan uang negara.

“Permasalahan di SPPG itu kompleks, kami sebagai penerima banper dan yang bertanggungjawab dalam pengelolaan anggaran negara harus sangat selektif dalam hal tersebut,” kata Novilia Dewi kepada wartawan, Selasa (12/05/2026)

Menanggapi kabar yang beredar, Novilia menyayangkan adanya pemberitaan yang dianggap hanya mengambil perspektif sepihak. Ia mengimbau kepada seluruh insan media maupun pengelola akun media sosial untuk melakukan verifikasi langsung kepada kedua belah pihak, sebelum mengunggah informasi.

“Saya harap semua media sebelum mengupload ke medsos, datang dan temui kedua belah pihak untuk klarifikasi. Agar tercipta berita yang baik dan benar tentang program ini. Jangan hanya sepihak dan tanpa bukti yang jelas, yang dapat menyebabkan fitnah,”terangnya.

Bagi pihak-pihak yang membutuhkan informasi lebih lanjut atau ingin melakukan konfirmasi, pihak yayasan telah menunjuk Person in Charge (PIC) sebagai perwakilan resmi di setiap titik SPPG.

Dalam kesempatan yang sama, Novilia juga mengungkap fakta mengenai operasional SPPG. Ia menyebutkan bahwa selama ini dirinya telah melakukan investasi pribadi yang signifikan, termasuk pengadaan alat-alat pendukung, agar fasilitas bangunan yang ada dapat berfungsi dan berjalan sebagaimana mestinya.

“Ini yang buat berita tahu nggak kalau semua alat di SPPG tersebut saya yang investasikan uang saya, agar bangunan beliau terpakai. Saya yang mengurus agar SPPG itu bisa jalan,”ungkap Novi menanggapi pernyataan Mitra SPPG Pandan Lagan, Darmanto.

Meski merasa dirugikan dengan narasi dan kabar yang berkembang, Novilia menyatakan tidak ingin menghabiskan energi untuk berpolemik di ruang publik. Sebaliknya, ia justru menantang adanya proses transparansi melalui audit resmi dari pihak berwenang.

“Saya malah senang sekali kalau ada tim audit yang turun. Sangat saya tunggu sekali momen tersebut agar semua terang benderang,” ungkapnya.(Rano)

Previous Post

Bupati BBS Terima Kunker Rombongan DPRD Kota Sungai Penuh

Next Post

Lepas 442 JCH Kloter BTH 19, Pesan Gubernur Al Haris: Fokus Ibadah Haji, Jangan sia-siakan Perjuangan Puluhan Tahun

Next Post
Lepas 442 JCH Kloter BTH 19, Pesan Gubernur Al Haris: Fokus Ibadah Haji, Jangan sia-siakan Perjuangan Puluhan Tahun

Lepas 442 JCH Kloter BTH 19, Pesan Gubernur Al Haris: Fokus Ibadah Haji, Jangan sia-siakan Perjuangan Puluhan Tahun

Discussion about this post

Halo Indonesia News

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id

Navigate Site

  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id