Korwil BGN Enggan Menjelaskan Ke Publik!!! Program MBG di SPPG Parit Culum I Mendadak Stop, Orang Tua Kecewa
HALOINDONESIANEWS.COM, Tanjabtim- Program Makan Bergizi Gratis (MBG) yang seharusnya menjadi tumpuan harapan bagi pemenuhan gizi siswa di sekolah kawasan SPPG Parit Culum 1, Kecamatan Muara Sabak Barat, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi kini menuai polemik. Pasalnya, layanan yang sangat dinantikan anak-anak ini dihentikan secara sepihak sejak 13 Juli 2026 saat ajaran tahun baru sekolah.
Salah satu orang tua siswa yang enggan nama nya di sebutkan dalam pemberitaan media ini (red), menyampaikan kekecewaan mendalam yang tak bisa disembunyikan olehnya,saat dimintai tanggapan terkait stop nya pendistribusian MBG disekolah anak nya. Ia mengaku anaknya kini harus kembali tidak lagi mendapatkan jatah makan bergizi di sekolahan.
“Anak saya cerita, bahwasannya di sekolahan tidak ada lagi MBG. Padahal Program ini sangat membantu, dan anak saya pun suka dengan menu yang disediakan,” ujarnya dengan nada kecewa saat dikonfirmasi jurnalis Haloindonesianews.com, senin.(20/07/2026).
Ketidakpastian ini memicu tanda tanya besar di kalangan orang tua. Pasalnya, hingga kini tidak ada penjelasan resmi maupun pemberitahuan terkait alasan penghentian sementara program MBG tersebut yang sangat di nantikan oleh anak-anak.
” Harapan saya selaku orang tua siswa berharap, kendala didapur tidak berlarut-larut, dan segera lah mendistribusikan makanan, karena sangat berdampak langsung pada anak-anak kami”tuturnya
Terpisah beberapa Kepala sekolah SDN yang berada di wilayah kelurahan parit culum satu saat di temui jurnalis Haloindonesianews.com, diruangan kerja nya juga mengatakan bahwa anak-anak sangat antusias terkait hadirnya progam MBG.
“Harapan kami selaku guru,MBG harus berjalan, tetapi untuk di sekolahan kami dari mulai masuk tahun ajaran baru mulai tanggal 13/07/2026 sampai saat ini, di Minggu kedua tahun ajaran baru belum juga menerima pendistribusian makan bergizi yang dari dapur di simpang gontor” terangnya
Ditambah kan nya lagi sebelum liburan ajaran tahun baru anak-anak kami juga tidak menerima MBG pas anak-anak masih dalam ujian ke naikkan kelas, kalau nga salah satu minggu sebelum liburan panjang.” ucapnya.
Hal senada juga di sampaikan PLT kepsek SDN 07/X parit culum satu, pada kesempatan yang berbeda ia juga menjelaskan bahwasanya di sekolahan nya juga belum mendapat kan MBG.
“Ia di sekolah kami juga belum mendapat kan pendistribusian MBG untuk ajaran tahun baru ini”terangnya.

Di tengah keresahan masyarakat, pihak pengelola justru menunjukkan sikap yang jauh dari transparansi. Lina, pemilik dapur SPPG Kelurahan Parit Culum 1 yang berada di bawah naungan Yayasan Mitra Pangan Global, memilih untuk diam tanpa penjelasan. Meski pesan konfirmasi melalui WhatsApp menunjukkan status aktif dan terbaca, Lina enggan memberikan klarifikasi apa pun.
Lebih parahnya lagi, sikap serupa ditunjukkan oleh Person In Charge (PIC) SPPG Parit Culum 1, Alih-alih memberikan penjelasan atau solusi, PIC di Sppg parit culum satu,justru diduga mengambil langkah defensif dengan memblokir kontak jurnalis haloindonesianews.com yang mencoba melakukan verifikasi informasi.
Sorotan tajam kini tertuju pada Koordinator Wilayah (Korwil) BGN Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Juwandi. Sebagai pemegang otoritas yang seharusnya bertanggung jawab atas kelancaran dan pengawasan program strategis ini, Juwandi justru diduga memilih untuk menutup diri rapat-rapat.
Meski pesan konfirmasi dikirimkan saat aplikasi WhatsApp miliknya terpantau aktif, Juwandi memilih untuk diam. Ia seolah enggan menanggapi kegelisahan publik, terkait mandeknya pelayanan MBG di wilayah yang berada di bawah pengawasannya tersebut.
Sikap bungkam Juwandi ini memicu spekulasi di lapangan. Publik mempertanyakan komitmen dan fungsi pengawasan BGN Tanjung Jabung Timur dalam memastikan program pemerintah ini berjalan berkelanjutan, bukan sekadar hangat-hangat tahi ayam, yang kemudian hilang tanpa penjelasan saat menemui kendala.
Belum ada keterangan resmi dari pihak terkait mengenai nasib program MBG di SPPG Parit Culum 1, serta kapan layanan ini akan kembali berjalan normal. orang tua siswa kini hanya bisa berharap adanya transparansi dan tanggung jawab dari para pemangku kebijakan.(Rano)






Discussion about this post