Pemkab Muaro Jambi Deklarasikan “Perang” Terhadap Geng Motor
HALOINDONESIANEWS.COM,Muaro Jambi- Pemerintah Kabupaten Muaro Jambi bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) dan berbagai elemen masyarakat menyatakan sikap tegas menolak keberadaan geng motor. Komitmen itu dikukuhkan dalam Rapat Koordinasi Strategi Penanggulangan Geng Motor yang digelar di Ruang Ridhan Kantor Bupati Muaro Jambi, Kamis, (30/7/2026).
Rapat dipimpin langsung Bupati Muaro Jambi Dr. Bambang Bayu Suseno. Turut hadir Ketua DPRD Kabupaten Muaro Jambi Aidi Hatta, S.Ag., Sekda Muaro Jambi Budhi Hartono, S.Sos., MT., Ketua Pengadilan Negeri Muaro Jambi Ari Wibowo, SH., MH., Kepala Kejaksaan Negeri Muaro Jambi Karya Graham Hutagaol, SH, M.Hum., Dandim 0415 Jambi Kolonel Inf. Putra Negara, SH., M.Han., Kapolres Muaro Jambi AKBP Bayu Noormansyah, SH, SIK, M.H., Kepala Kantor Kemenag Muaro Jambi K. Buhriy, S.Pd., M.EI., serta Ketua LAM Muaro Jambi H. Amrullah, S.Ag., MM.
Forum ini menjadi ruang menyamakan persepsi dan memperkuat sinergi lintas sektor untuk mencegah berkembangnya aktivitas geng motor yang dinilai berpotensi mengganggu keamanan dan ketertiban masyarakat (kamtibmas), khususnya di kalangan generasi muda.
Seluruh unsur Forkopimda, pemerintah daerah, aparat penegak hukum, tokoh agama, organisasi profesi, dan perwakilan pemuda menandatangani dokumen “Komitmen Bersama Menolak Segala Aktivitas Geng Motor di Kabupaten Muaro Jambi”.
Isi komitmen tersebut menegaskan kesanggupan pemerintah, lembaga negara, dan lembaga kemasyarakatan untuk memberantas segala aktivitas geng motor yang menyebabkan terganggunya keamanan dan ketertiban masyarakat.
Bupati: tidak bisa hanya lewat hukum*
Dalam sambutannya, Bupati Dr. Bambang Bayu Suseno menegaskan persoalan geng motor tidak bisa diselesaikan hanya melalui penegakan hukum.
“Keamanan merupakan tanggung jawab bersama. Karena itu seluruh unsur pemerintah, aparat keamanan, lembaga pendidikan, tokoh agama, organisasi masyarakat hingga para pemuda harus bergerak bersama agar Kabupaten Muaro Jambi tetap menjadi daerah yang aman, nyaman, dan kondusif,” tegas Bupati.
Menurutnya, kunci utama ada pada pencegahan sejak dini: pelatihan generasi muda, penguatan karakter melalui pendidikan, pengawasan orang tua, serta peran aktif sekolah. (*)






Discussion about this post