Sabtu, 15 Agustus, 2026
  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir
Halo Indonesia News
No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
No Result
View All Result
Home
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis
Halo Indonesia News
No Result
View All Result

Cegah Dampak Kabut Asap, ADYA Group dan IJTI Jambi Turun ke Jalan Bagikan Masker Gratis

Redaksi Halo Indonesia News by Redaksi Halo Indonesia News
Agustus 15, 2026
in Berita, Daerah, Ekonomi, Kesehatan
0
Cegah Dampak Kabut Asap, ADYA Group dan IJTI Jambi Turun ke Jalan Bagikan Masker Gratis
0
SHARES
0
VIEWS
Bagikan ke FacebookKirim ke WATweet!
Telah dibaca sebanyak: 749
Print 🖨

Cegah Dampak Kabut Asap, ADYA Group dan IJTI Jambi Turun ke Jalan Bagikan Masker Gratis

HALOINDONESIANEWS.COM, Jambi – Memasuki musim kemarau yang rentan memicu kebakaran hutan dan lahan (karhutla), ancaman kabut asap mulai membayangi kesehatan masyarakat Kota Jambi. Merespons kondisi tersebut, Adya Group berkolaborasi dengan Ikatan Jurnalis Televisi Indonesia (IJTI) Pengda Jambi menggelar aksi sosial bertajuk “Udara Berasap, Kesehatan Tetap Utama” dengan membagikan ribuan masker secara gratis.

Aksi tanggap bencana ini dipusatkan di beberapa titik persimpangan padat lalu lintas dan area publik di Kota Jambi pada Sabtu, (15/8/2026) pagi. Sejumlah jurnalis dari berbagai media televisi bersama perwakilan manajemen ADYA Group turun langsung ke jalan untuk membagikan masker kepada para pengguna jalan, mulai dari pengendara sepeda motor, sopir angkutan umum, hingga pejalan kaki.

CEO ADYA Group, Ade Erlanda menyampaikan bahwa kegiatan sosial ini merupakan wujud kepedulian perusahaan (Corporate Social Responsibility) terhadap isu lingkungan dan kesehatan masyarakat di Jambi.

“Kabut asap bukan hanya berdampak pada jarak pandang, tetapi juga mengintai kesehatan pernapasan warga. Melalui sinergi dengan kawan-kawan IJTI Jambi, kami ingin memastikan masyarakat tetap terlindungi saat beraktivitas di luar rumah. Ini adalah langkah awal dari komitmen kami untuk terus hadir di tengah masyarakat,” ujar Ade panggilan akrabnya.

Sementara itu, Ketua IJTI Pengda Jambi, Adrianus Susandra mengapresiasi kolaborasi positif bersama ADYA Group. Menurutnya, jurnalis tidak hanya berperan dalam menyampaikan informasi melalui pemberitaan, tetapi juga harus mengambil aksi nyata di lapangan.

“Selain memberikan edukasi dan berita terkini terkait penanganan karhutla, kami di IJTI juga merasa bertanggung jawab untuk melakukan aksi preventif. Pembagian ribuan masker ini adalah bentuk kepedulian langsung media dan mitra kerja terhadap masyarakat,”Tegasya di sela-sela bagi-bagi masker secara gratis.

Selain membagikan masker, tim gabungan Adya Group dan IJTI Jambi juga mengimbau warga untuk mengurangi aktivitas di luar rumah jika kondisi indeks standar pencemar udara (ISPU) meningkat.

Meningkatkan atau perbanyak mengkonsumsi air putih dan makanan bergizi untuk menjaga daya tahan tubuh. Serta segera memeriksakan diri ke pelayanan  atau fasilitas kesehatan terdekat jika mengalami gangguan pernapasan (ISPA).

Inisiatif sosial ini mendapat sambutan hangat dari masyarakat. Banyak warga dan pengguna jalan merasa terbantu dengan adanya pembagian masker gratis di tengah kekhawatiran meningkatnya ketebalan kabut asap.

Diharapkan, langkah kolaboratif antara sektor swasta dan organisasi pers ini dapat menginspirasi berbagai pihak lainnya untuk bersama-sama menjaga kesehatan lingkungan dan membantu masyarakat Jambi menghadapi ancaman bencana asap.

Kualitas udara di wilayah Jambi saat ini mengalami penurunan akibat dampak kabut asap dari kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Berdasarkan indeks AQI/ ISPU (Indeks Standar Pencemaran Udara)  Kota Jambi masuk kategori sedang hingga tidak sehat.

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) mencatat kabut asap yang menyelimuti wilayah perkotaan sebagian besar merupakan asap kiriman dari titik panas (hotspot) karhutla di kabupaten tetangga (seperti Muaro Jambi, Tebo, dan Tanjung Jabung Barat) yang terbawa angin. (Red)

Tags: Kabut Asap
Previous Post

Festival Batanghari 2026 Kembali Masuk KEN, Angkat Sejarah Jalur Rempah Sungai Batanghari

Discussion about this post

Halo Indonesia News

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id

Navigate Site

  • Disclaimer
  • Redaksi
  • Iklan
  • Karir

Follow Us

No Result
View All Result
  • Daerah
  • Nusantara
  • Politik
  • Pemerintahan
  • Hukrim
  • Diksosbud
    • Pendidikan
    • Sosial
    • Budaya
  • Lifestyle
    • Olahraga
    • Fashion
    • Automotive
    • Teknologi
    • Wisata
    • Kuliner
  • Advertorial
  • Ekbis

© 2020 Halo Indonesia News | Developed by: Websiteku.co.id