Kabut Asap Karhutla Makin Tebal, Muaro Jambi Masuk Kategori Sangat Tidak Sehat, ISPU Capai 231
HALOINDONESIANEWS.COM,Muaro Jambi– Kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) yang terjadi di kawasan perbatasan Sumatera Selatan dan Jambi mulai berdampak terhadap kualitas udara di Kabupaten Muaro Jambi. Kabut asap terlihat semakin tebal dan kondisi udara memburuk seiring meluasnya kebakaran di kawasan Taman Nasional Sembilang hingga menjalar ke kawasan Taman Nasional Berbak.
Berdasarkan data kualitas udara yang diterima, Indeks Standar Pencemar Udara (ISPU) Kabupaten Muaro Jambi berada di angka 231 pada Senin, 14 September 2026 pukul 08.00 WIB.
Data tersebut mencatat parameter PM2.5, dengan kategori “Sangat Tidak Sehat”.
Angka ISPU 231 menunjukkan kondisi udara yang sudah perlu mendapat perhatian serius. Paparan udara berpolusi, terutama partikulat halus PM2.5, dapat mengganggu kesehatan, khususnya bagi anak-anak, lansia, serta masyarakat yang memiliki aktivitas di luar ruangan.
Kondisi ini diduga berkaitan
dengan asap Karhutla yang berasal dari kawasan perbatasan Sumatera Selatan dan Jambi. Hasil patroli udara Satgas Penanggulangan Karhutla Jambi sebelumnya menemukan titik kebakaran berada di kawasan Taman Nasional Sembilang dan telah menjalar ke wilayah Jambi, termasuk kawasan Taman Nasional Berbak di Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Pelaksana Harian Dansatgas Penanganan Karhutla Jambi, Danrem 042/Garuda Putih Brigjen TNI Nyamin, mengatakan penanganan kebakaran menghadapi kendala karena lokasi titik api belum memiliki akses jalan darat.
“Kebakaran yang berada di perbatasan Taman Nasional Sembilang ini adalah perbatasan Sumsel dan Jambi. Kondisi sekarang api sudah menjalar masuk ke Jambi, untuk petugas belum masuk karena belum ada jalan masuk ke sana,” ujarnya, Senin (14/9/2026).
Menurut Nyamin, untuk sementara pemadaman masih mengandalkan helikopter water bombing. Upaya dari udara dilakukan untuk menahan kobaran api agar tidak semakin meluas, terutama di kawasan yang didominasi lahan gambut.
Selain itu, alat berat telah dikirim ke lokasi untuk membuka akses jalan sekaligus membantu pembuatan sekat kanal.
“Untuk saat ini belum ada petugas ke lokasi lantaran belum ada jalan darat. Nantinya alat berat ini untuk membuat jalan masuk sekaligus sekat kanal,” jelasnya.
Satgas Karhutla Jambi terus melakukan pemantauan dan penanganan agar api tidak semakin meluas. Namun, dampak asap kini mulai dirasakan di sejumlah wilayah, termasuk Kabupaten Muaro Jambi, dengan kualitas udara yang pada pagi hari ini tercatat ISPU 231 atau kategori sangat tidak sehat.
Masyarakat diimbau meningkatkan kewaspadaan, mengurangi aktivitas di luar ruangan ketika kabut asap pekat dan menggunakan masker apabila harus beraktivitas di luar rumah. (Yd/Red)






Discussion about this post