Rombongan PPAI Roudhotul Muslimin Kasang Pudak Ziarah Religi ke Makam Raja Jambi Datuk Rang Kayo Hitam
HALOINDONESIANEWS.COM, Tanjabtimur– Mengisi agenda spiritual sekaligus meneladani perjuangan para tokoh penyebar Islam, rombongan dari Pondok Pesantren dan Majelis Taklim PPAI Roudhotul Muslimin Kasang Pudak menggelar kegiatan ziarah religi. Kali ini, tujuan utama ziarah berpusat di situs bersejarah cagar budaya, yakni Makam Raja Jambi Datuk Rang Kayo Hitam, yang terletak di Kecamatan Berbak, Kabupaten Tanjung Jabung Timur.
Rombongan jemaah dipimpin langsung oleh pengasuh PPAI Roudhotul Muslimin, Ustad Muhammad Kholil.
Sesampainya di lokasi makam yang berada di tepi Sungai Batanghari tersebut, Ustad Muhammad Kholil bersama para jemaah langsung menggelar zikir, sholawat, serta doa bersama yang ditujukan khusus bagi arwah sang raja legendaris Jambi beserta keluarga besarnya.
Di sela-sela kegiatan ziarah, Pengasuh PPAI Roudhotul Muslimin, Ustad Muhammad Kholil menyampaikan pesan mendalam mengenai esensi dari ziarah religi ini.
“Alhamdulillah, hari ini kami keluarga besar PPAI Roudhotul Muslimin dapat berkumpul di makam salah satu pemimpin besar bumi Jambi, Datuk Rang Kayo Hitam. Tujuan utama kami datang ke sini adalah untuk mendoakan beliau, sekaligus tafakkur mengenai kematian dan meneladani kegigihan perjuangan beliau dalam menegakkan keadilan serta syiar Islam di tanah Melayu Jambi,” ujar Ustad Muhammad Kholil.
Beliau juga menambahkan pentingnya menjaga situs-situs cagar budaya peninggalan sejarah Islam agar tidak lekang oleh waktu. “Sebagai generasi penerus, kita punya kewajiban moral untuk merawat ingatan sejarah ini. Datuk Rang Kayo Hitam adalah simbol keberanian, keimanan, dan kedaulatan yang harus diwariskan nilai-nilainya kepada anak cucu kita,” pungkasnya.

Berdasarkan berbagai literatur sejarah Melayu Jambi dan catatan cagar budaya yang valid, Datuk Rang Kayo Hitam (atau Orang Kayo Hitam) merupakan Raja Kerajaan Melayu Jambi keempat yang memerintah sekitar abad ke-16.
Datuk Rang Kayo Hitam adalah putra dari pasangan Datuk Paduko Berhalo (Ahmad Barus II)—seorang ulama pembawa syiar Islam asal Turki/Arab—dan putri Selaras Pinang Masak pemegang takhta Kerajaan Melayu Jambi kala itu. Ia memiliki saudara kandung, di antaranya Orang Kayo Pingai dan Orang Kayo Pedataran.
Nama Rang Kayo Hitam dikenal luas berkat keberaniannya menentang dominasi Kerajaan Mataram Jawa. Pada masa sebelum kepemimpinannya, Jambi diwajibkan mengirimkan upeti berkala ke Jawa. Rang Kayo Hitam dengan tegas menolak tunduk, mencegah pengiriman upeti, hingga melakukan penyamaran ke tanah Jawa untuk menggagalkan rencana penyerangan ke Jambi.
Dalam petualangannya di Jawa, ia berhasil mendapatkan sebuah senjata sakti mandraguna dari empu pembuat senjata Mataram. Keris legendaris tersebut dinamai Keris Siginjai yang kelak menjadi lambang kejayaan, kedaulatan, dan mahkota resmi bagi Sultan-Sultan Jambi berikutnya.
Di bawah masa pemerintahannya, corak Islam di Kerajaan Jambi semakin kuat mengakar. Sifat kepemimpinannya yang adil, berani, serta memegang teguh hukum adat dan syariat Islam menjadikannya sosok yang sangat dicintai rakyat hingga akhir hayatnya. (Paul/Red)






Discussion about this post