Perkuat Layanan Medis, RSUD Nurdin Hamzah Siapkan Layanan CT Scan dan Bank Darah Mandiri
Haloindonesianews.com, Tanjabtim- Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) Nurdin Hamzah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi, terus mengakselerasi pembangunan fisik dan peningkatan fasilitas kesehatan.
Langkah strategis ini dilakukan untuk memenuhi standar mutu pelayanan, meningkatkan efisiensi operasional, serta menjawab kebutuhan medis masyarakat setempat secara mandiri.
Direktur RSUD Nurdin Hamzah, drg. Darwin Salim, M.K.M., menjelaskan, bahwa pengembangan infrastruktur rumah sakit saat ini didukung oleh program dari Kementerian Kesehatan (Kemenkes) RI.
Proyek yang sedang berjalan mencakup renovasi kamar bersalin (VK), pengembangan poliklinik, serta penyiapan fasilitas radiologi.
Total terdapat empat gedung bantuan Kemenkes yang tengah direalisasikan, termasuk dua gedung untuk penanganan Kanker, Jantung, Stroke, dan Uronefrohepatologi (KJSU).
“Tahun ini ada pengadaan CT Scan yang dibantu langsung oleh Kemenkes. Pemerintah daerah diminta menyiapkan fasilitas gedungnya untuk mendukung program penanganan kanker dan radiologi,” ujar Direktur RSUD Nurdin Hamzah, drg. Darwin Salim, M.K.M.,Kamis,(05/11/2026).
Selain pembangunan gedung radiologi, RSUD Nurdin Hamzah juga menambah tujuh unit tempat tidur khusus di ruang Intensive Care Unit (ICU) guna memaksimalkan penanganan pasien kritis.
Unit tempat tidur baru ini telah dilengkapi dengan teknologi mutakhir, seperti monitor pintar, tablet pemantau, sensor kulit, serta sistem peringatan otomatis yang dapat mendeteksi kondisi pasien secara real-time.
Di sisi lain, manajemen RSUD Nurdin Hamzah tengah mengusulkan pembentukan bank darah mandiri yang sesuai standar operasional Kemenkes dan terintegrasi dengan BPJS Kesehatan.
Langkah ini dinilai vital untuk memangkas rantai rujukan dan menekan beban biaya transportasi warga yang selama ini harus mengambil pasokan darah ke luar daerah.
“Jika kita memiliki bank darah sendiri dan regulasinya siap, beban masyarakat bisa berkurang signifikan. Biaya transportasi pulang-pergi untuk mengambil darah itu tidak murah,” tutur Darwin.
Keberadaan bank darah dan fasilitas medis yang lengkap ini, juga disiapkan untuk menjajaki kerja sama pemeriksaan kesehatan (medical check-up/MCU) secara menyeluruh dengan perusahaan-perusahaan skala besar yang beroperasi di wilayah Tanjung Jabung Timur, seperti PetroChina.
Salah satu urgensi utama pembenahan fasilitas di RSUD Nurdin Hamzah adalah pengadaan alat pemindai medis computed tomography scan (CT scan).
Selama ini, perujukan pasien ke fasilitas kesehatan lain hanya untuk menjalani pemeriksaan CT scan menimbulkan beban finansial yang cukup berat.
“Sangat disayangkan jika bantuan alat dari pemerintah pusat tidak kita manfaatkan. Ketika pasien harus dirujuk ke Jambi hanya untuk CT scan, biaya transportasi dan pemindaian harus ditanggung mandiri, karena tidak dicakup BPJS. Ini tentu membebani operasional dan masyarakat,” tegasnya.
Dari kacamata medis, ketersediaan CT scan juga menjadi kunci kepatuhan prosedur penegakan diagnosis yang sah secara hukum medis.
Pada kasus indikasi gangguan organ dalam, seperti anak yang mengalami kejang, pengalaman klinis dokter saja tidak cukup untuk menetapkan diagnosis pasti tanpa bukti objektif dari hasil pemindaian.
Pihak manajemen optimistis, dengan dukungan penuh pemerintah daerah dalam melengkapi gedung dan fasilitas pendukung, RSUD Nurdin Hamzah dapat bertransformasi menjadi fasilitas kesehatan yang mandiri, efisien, dan menjadi tumpuan utama pelayanan medis masyarakat Tanjung Jabung Timur. (Rano)






Discussion about this post