Pangkalan Nakal Terancam Tutup, The Power of Emak-emak Bongkar dugaan Praktek penimbunan gas Melon
HALOINDONESIANEWS.COM, Ma Tembesi- Praktek Kenakalan Pangkalan Gas LPG kerap merugikan warga setempat, kenakalan kenakalan Pangkalan Selalu tertutup dan tidak mencuat ke publik, Namun beda dengan keberanian Kaum Emak Emak yang berada di kelurahan Kampung Baru, Mereka demi dapur berasap Mereka Nekat Mengungkap Kenakalan Sebuah Pangkalan Gas LPG H. Ambo Ute yang berada di RT 07/02 Kelurahan Kampung Baru, Kecamatan Muara Tembesi Kabupaten Batanghari.
The Power of Emak-emak” yang sedang populer di Indonesia yang menggambarkan kekuatan, keberanian, dan pengaruh luar biasa yang dimiliki oleh ibu-ibu rumah tangga dalam kehidupan sosial.
Aksi Emak emak tersebut Mengundang Aparat pemerintah untuk menertibkan, dan mengecek langsung kebenarnya, Kasat Pol PP M Ridwan Noor memperingatkan Agar tidak ada lagi penimbunan dengan dalih penitipan, penitipan gas melon hanya dua jam saja bukan berhari hari.

“kita tidak mau adanya praktek Kenakalan, penitipan 2 jam saja ,bulan berhari hari, ini berlaku untuk semua pangkalan gas di Batanghari” tegasnya Sabtu (24/01/2026)
Di sisi lain Edi Shabara Kabid perdagangan Disperindagkop kabupaten Batanghari, turut memberi respon tegas kepada pangkalan H. Ambo Ute yang disinyalir kerap menimbun dan menyalurkan gas melon ke daerah lain, sementara pendirian pangkalan hanya untuk penyaluran warga setempat bulan disalurkan ke wilayah lain.

” kita akan panggil agen yang memasok gas kesini, dan tidak dibenarkan adanya penyaluran ke tempat lain, karena tempat lain ada pangkalan juga ” sebutnya
edi dengan tegas akan merekomendasikan untuk memberikan sanksi tegas kepada Pertamina, mulai dari sanksi pengurangan Pasokan gas Elpiji 3 kg hingga bila diperlukan pemutusan hubungan kinerja sebagai pangkalan gas.
“Sanksi ya pengurangan pasokan gas melon hingga penutupan dengan pemutusan hubungan kerja sama, namun semua itu yang memberikannya adalah Pertamina, nanti kita akan panggil Agen yang memasok gas tersebut” sebut Edi (yd)






Discussion about this post