Program Makan Bergizi Gratis 4 Dapur di Tanjab Timur Tutup, Kepala SPPG Tuding Pihak Yayasan Mark Up Harga Bahan Baku
HALOINDONESIANEWS.COM, Tanjabtim – Ketidakpastian membayangi keberlangsungan Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Nusantara Pangan Sejahtera di Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang, Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.
Hal ini menyusul adanya kendala administrasi dan dugaan ketidakwajaran harga pengadaan bahan baku dapur program Makan Bergizi Gratis atau MBG tersebut.
Jika masalah ini tidak segera terurai, sedikitnya 2.600 warga penerima manfaat terancam kehilangan akses untuk mendapatkan program MBG dari Presiden Prabowo Subianto.
Kepala SPPG Nusantara Pangan Sejahtera Desa Catur Rahayu, Mardiansyah mengungkapkan, bahwa operasional saat ini terkendala oleh belum ditandatanganinya Surat Pernyataan Tanggung Jawab Mutlak (SPTJM).
Dokumen ini menjadi sangat penting sebagai landasan legalitas penggunaan anggaran, agar tidak menjadi temuan audit di masa mendatang.
“Hingga saat ini, belum ada persetujuan penandatanganan SPTJM. Kami khawatir jika terus berjalan tanpa dokumen tersebut, Kepala SPPG akan menanggung risiko hukum jika terjadi audit atau temuan terkait pengembalian kerugian negara,” ujar Mardiansyah saat ditemui tim media Haloindonesianews.com, Minggu (15/02/2026).
Mardiansyah menyoroti adanya dugaan penggelembungan harga atau mark-up bahan pangan yang dipasok oleh pihak yayasan. Selama ini, sebagian besar bahan baku didatangkan dari luar daerah, yakni dari Kota Jambi.
Padahal, wilayah Kabupaten Tanjung Jabung Timur, khususnya Dendang memiliki potensi sumber daya alam yang melimpah.
Mardiansyah menekankan bahwa optimalisasi bahan baku lokal dari pelaku UMKM di Dendang tidak hanya akan menekan biaya operasional, tetapi juga menggerakkan roda ekonomi masyarakat setempat.
“Kami berharap yayasan bisa merangkul UMKM lokal. Di Dendang ini, pasokan beras, ikan, ayam hingga sayur-mayur dan buah-buahan sangat mencukupi, dan harganya jauh lebih murah dibandingkan harus mendatangkan dari Jambi,” tambahnya.
Dapur umum ini merupakan tulang punggung bagi ribuan warga. Dengan dukungan 48 tenaga kerja lokal, fasilitas SPPG di Dendang ini setiap harinya melayani lebih dari 2.600 jiwa.
Pengelola berharap pihak yayasan segera merespons tuntutan transparansi dan legalitas administrasi ini agar pelayanan tidak terhenti.
“(Efek penutupan SPPG) Karyawan berhenti bekerja, dan siswa pun juga ikut kena imbasnya juga. Ya, harapan kami itu, permintaan kami ke yayasan itu segera diterima, apa namanya, penandatanganan SPTJM itu, semoga direalisasikan agar dapur bisa berjalan lagi seperti semula,”terang Mardiansyah.
SPPG Nusantara Pangan Sejahtera Desa Catur Rahayu, Kecamatan Dendang merupakan salah satu dari 4 SPPG yang berhenti beroperasi di Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Jambi.
Adapun 3 SPPG lainnya adalah SPPG di Desa Kota Baru, Kecamatan Geragai, SPPG Yayasan Mitra Pangan Global di Kelurahan Parit Culum 1, Kecamatan Muara Sabak Barat, serta SPPG Blok C Nuansa Mitra Sejati, Desa Pandan Lagan, Kecamatan Geragai.
Hingga berita ini diterbitkan, redaksi haloindonesianews.com masih berupaya mengkonfirmasi pihak yayasan, terkait mengenai belum adanya penandatanganan SPTJM, maupun mekanisme pengadaan bahan baku yang dikeluhkan oleh Kepala SPPG. (Rano)
Baca juga:
Korban Keracunan Capai 150 Siswa, Operasional SPPG Sengeti Muaro Jambi Dihentikan Sementara






Discussion about this post