Menghabiskan Belasan Miliar, Proyek Mako Polres Batanghari Disorot Publik, Ini Sebabnya
HALOINDONESIANEWS, BATANGHARI – Tutup tahun anggaran 2021 baru saja berlalu dalam hitungan hari, namun masih ada saja di temukan pengerjaan proyek fisik yang dianggarkan menggunakan dana APBD belum selesai dikerjakan.
Berpedoman pada Peraturan Menteri Keuangan RI nomor 243/PMK.05/2015 tentang perubahan atas Peraturan Menteri Keuangan Nomor 194/PMK.05/2014 tentang pelaksanaan anggaran dalam rangka penyelesaian-penyelesaian yang tidak selesai dengan sampai berakhirnya tahun anggaran.

Seperti pembangunan Mako Polres Batanghari yang bersumber dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan nomor Kontrak 640/03/SP-PRSPU/APBD/Perumahan/2021. kini menjadi sorotan publik.
Pasalnya, kontraktor hingga berakhir tahun 2021 belum menyelesaikan proyek pengerjaan pembangunan rehab total Mako Polres Batanghari yang menelan dana Rp 13 miliar lebih tersebut.
Baca juga :
-
-
Korupsi Dana Desa, Jaksa Jebloskan Mantan Pj Kades di Muarojambi ke Penjara
-
Kapolres Batanghari Tinjau Vaksinasi Massal di Kecamatan Pemayung
Padahal hasil penelusuran media ini dana pembangunan Mako Polres Batanghari tersebut sudah seratus persen dicairkan.
Salah satu staf di Badan Keuangan Daerah (Bakeuda) Kabupaten Batanghari ketika ditemui di kantornya, membenarkan bahwa Dana pembangunan Mako Polres Batanghari tersebut sudah seratus persen dicairkan “iya, benar Sudah seratus persen dicairkan,” ujarnya, Senin (3/1/2022)
Bahkan untuk meyakinkan bahwa proses pembayaran sudah seratus persen staf tersebut memanggil pegawai lainnya untuk membawakan berkas SP2D nya dan ternyata memang telah dicairkan seratus persen.
Terpisah , salah satu penegak hukum di provinsi Jambi yang enggan disebutkan namanya mengatakan “ini jelas salah, tapi lihat dulu Adm kontraknya ada adendum waktu nggak,
Disitu nantinya akan terlihat kenapa terlambat dan kenapa diberi waktu,” ujarnya
Pantauan media ini, pembangunan Mako Polres Batanghari masih belum sempurna di selesaikan dan terlihat beberapa pekerja masih beraktivitas di lokasi tersebut, dengan material dan peralatan yang masih berserakan.
Sekedar diketahui, menurut serampas.com media partner Haloindonesianews.com proyek senilai Rp 13.342.678.745,18 tersebut dikerjakan oleh PT Bangun Yodya dengan konsultan CV Bosco Konsultan menggunakan dana APBD Batanghari belum selesai dikerjakan dengan kondisi pekerjaan sekitar 85-90 persen dan berdasarkan anggota dilapangan pihak pengawas dari PT Bangun Yodya ketika berusaha ditemui tidak berada ditempat. (Tim)
Source : Serampas.com






Discussion about this post