Gandeng Pers, KPU Batanghari Sosialisasikan Pemilu 14 Februari Jangan Golput
Haloindonesianews.com, Batanghari – Komisi pemilihan umum (KPU) kabupaten Batanghari gencar melakukan sosialisasi pemilihan umum pada 14 Februari 2024, tahapan demi tahapan selalu di sosialisasikan KPU Batanghari hingga sampai ke pelosok daerah di Batanghari.
Kali ini KPU Batanghari menggandeng pekerja pers dari berbagai organisasi pers di batanghari, pertemuan sosialisasi diselenggarakan di taman bujang kecamatan muara Bulian, KPU Batanghari mensosialisasikan agar warga Batanghari tidak golput dalam pelaksanaan pemilu 14 Februari mendatang, partisipasi masyarakat dalam menyalurkan hak suaranya di bilik suara untuk menentukan lima tahun ke depan.
“Kita harap sosialisasi ini dapat sampai kepada seluruh masyarakat untuk menyalurkan hak suaranya pada pemilu 14 Februari 2024 mendatang, ini menunggu 17 hari kedepan” jelas Ahmad Halim Ketua KPU Batanghari Jumat (26/01/24).
Baca juga:
- Heboh, Warga Mersam Temukan Bayi Laki-laki di Dalam Kardus
- Tuntut Kades Terbitkan Sporadik, Warga Lubuk Ruso Geruduk Kantor Desa
Insan pers merupakan partner KPU untuk menyampaikan pesan partisipasi warga dalam menyalurkan hak suaranya pada 14 Februari mendatang, dijelaskan KPU terdapat lima kotak suara yang akan dipilih dengan kode warna juga menunjukkan kode pemilihan.
” Kita pada 14 Februari akan memilih Presiden dan Wakil Presiden, DPD, DPR RI, DPRD provinsi, dan DPRD Kabupaten, yang ini semua harus diketahui warga untuk menentukan pilihannya pada bilik suara di TPS masing masing pada 14 Februari mendatang” jelasnya
Selain itu Harapan Nami komisioner KPU Batanghari telah mengantisipasi daerah rawan saat dalam pemilihan nanti, kriteria rawan yang dimaksudkan banyak faktor, diantaranya faktor alam, yang dalam pemetaan TPS banjir yang saat ini masih terdapat beberapa desa, selain itu faktor akses jalan yang terjal dan jauh dapat dikatakan kriteria rawan, bahkan beberapa daerah lainya yang berpotensi kerawanan saat pelaksanaan pemilu mendatang.
“Kriteria rawan, banyak hal faktor penyebabnya, selain faktor alam, faktor akses yang jauh dan sulit dijangkau, daerah daerah tersebut seperti desa Bungku, desa kaos dan pulau raman yang semuanya merupakan daerah terbilang rawan akses ke tujuan TPS ” jelas Harapan Nami (Yadi)






Discussion about this post