Terasa Gerah dan Kepanasan, Keluarga Pasien Puskesmas Muara Tembesi Bawa Kipas Angin Sendiri
Haloindonesianews.com,MuaraTembesi- Pasien rawat inap di ruang kelas II dan kelas III di Puskesmas Muara Tembesi Kabupaten Batanghari terus mengeluh, lantaran ruangan yang mereka tempati kepanasan, baik pada siang maupun malam hari. Setiap keluarga pasien yang dirawat inap di ruang, terpaksa harus membawa kipas angin, karena dampak dari ruangan yang tidak dilengkapi dengan kipas angin maupun AC untuk pendingin ruang rawat inap.
Riadi, salah satu orang tua pasien rawat inap mengatakan, anaknya yang dirawat karena panas tinggi, harus menginap diruang kelas II, merasakan kegerahan, ventilasi ruangan yang ditutup habis, karena AC yang lama rusak dan kipas angin yang tidak normal menjadikan suasana ruangan panas siang dan malam harinya, untuk mengurangi rasa panas pada ruang rawat inap tersebut, dirinya harus membawa kipas angin kecil ke ruang tersebut.
“Ruang ini terlalu panas dan ventilasi udara yang di tutup habis menjadikan sirkulasi udara tidak berganti, walaupun menggunakan kipas angin udara di ruangan tetap terasa panas” jelasnya Rabu (01/05/2024).
Selain diruang kelas II, terlebih ruang rawat inap kelas III yang suasana semakin gerah, karena tidak tersedianya kipas angin, sehingga tidak hanya pasien yang gerah kepanasan, keluarga pasien pun yang menunggunya turut kepanasan.
” Kita yang sehat aja kepanasan bang, apalagi yang sakit, seharusnya ini menjadi perhatian puskesmas untuk kenyamanan pasien rawat inap” jelas salah satu keluarga pasien.
Kenyamanan pasien rawat inap seharusnya menjadi perhatian puskesmas, tidak hanya pendingin ruangan seperti AC ataupun kipas angin, jam dinding sebagai pengingat waktu pun tidak tersedia, sementara dalam pelayanan publik, pemerintah wajib menyediakan perlengkapan untuk kenyamanan pasien di ruang rawat inap.
Dalam ruang rawat inap puskesmas Muara Tembesi Kabupaten Batanghari yang tidak disediakan fasilitas pendingin ruangan, membuat keluarga pasien harus membawa kipas angin sendiri dari rumah, Namun, hembusan angin dari kipas tersebut tidak cukup untuk menurunkan suhu dalam ruangan, karena tidak memiliki sirkulasi udara yang baik, sehingga kipas angin yang menghembuskan anginnya tetap terasa panas.
Baca juga:
Keluarga pasien rawat inap berharap pihak manajemen puskesmas muara tembesi bisa memasang AC pendingin udara dalam ruangan rawat inap tersebut.
“Mudah-mudahan pihak puskesmas bisa memasang alat pendingin udara ruangan,” kata pria setengah baya itu. (Yadi)






Discussion about this post