Waduh,Ditengah Efisiensi Anggaran Daerah, Anggaran Rumah Tangga dan Mobil Dinas Pimpinan DPRD Tanjabtim Tahun 2026 Tembus Rp 737 Juta
HALOINDONESIANEWS.COM, Tanjabtim- Anggaran belanja operasional rumah tangga hingga biaya perawatan kendaraan dinas unsur pimpinan Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tanjung Jabung Timur, Provinsi Jambi, untuk tahun anggaran 2026 mendadak jadi sorotan publik.
Bagaimana tidak, fasilitas untuk tiga orang unsur pimpinan, Ketua, Wakil Ketua I dan Wakil Ketua II tercatat menyedot dana Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) dengan total akumulasi yang fantastis, yakni mencapai Rp 737.010.000.
Berdasarkan data Rencana Umum Pengadaan (RUP) Penyedia yang diumumkan secara resmi oleh Sekretariat DPRD Kabupaten Tanjabtim, anggaran jumbo tersebut mengalir ke berbagai pos pengadaan barang dan jasa.
Mulai dari urusan logistik makanan (natura), alat pembersih rumah dinas, bahan bakar minyak (BBM), hingga biaya servis berkala serta pembelian suku cadang (sparepart) mobil dinas.

A. Urusan Dapur dan Logistik Makanan
Pos anggaran paling besar dialokasikan untuk Belanja Kebutuhan Rumah Tangga unsur pimpinan dewan. Total anggaran yang digelontorkan untuk kebutuhan domestik ini mencapai Rp 480.000.000 dalam setahun.
Jika dibedah perorangan, berikut rincian uang makan-minum para pimpinan wakil rakyat tersebut:
1. Ketua DPRD Rp 192.000.000
2. Wakil Ketua I DPRD Rp 144.000.000
3. Wakil Ketua II DPRD Rp 144.000.000.
Ketiga paket pengadaan logistik ini menggunakan metode pemilihan E-Purchasing dengan masa pemanfaatan sepanjang tahun, terhitung mulai Januari hingga Desember 2026.
B. Uang Sabun dan Alat Kebersihan
Bukan hanya urusan isi perut, masalah kebersihan rumah dinas para pimpinan DPRD Tanjabtim ini juga mendapatkan atensi luar biasa dari anggaran daerah.
Melalui pos Belanja Alat Kebersihan dan Bahan Pembersih, negara mengucurkan dana total sebesar Rp 120.000.000. Angka tersebut dibagi secara proporsional dengan rincian:
1. Ketua DPRD: Rp 48.000.000
2. Wakil Ketua I DPRD: Rp 36.000.000
3. Wakil Ketua II DPRD: Rp 36.000.000
C. Operasional Kendaraan Dinas
Fasilitas penunjang mobilitas pimpinan di luar rumah juga tidak kalah menyedot perhatian. Untuk operasional harian, Sekretariat DPRD menyamaratakan alokasi Belanja Bahan Bakar Minyak (BBM)/Pelumas Kendaraan Dinas bagi ketiga pimpinan.
Masing-masing pimpinan mendapatkan jatah Rp 22.835.000 per tahun, sehingga total untuk tiga unit kendaraan dinas pimpinan mencapai Rp 68.505.000. Berbeda dengan paket lainnya, metode pemilihan untuk belanja BBM ini berkategori dikecualikan.
D. Biaya Servis dan Suku Cadang Mobil Dinas
Agar performa kendaraan dinas tetap prima dalam mengawal aspirasi, biaya pemeliharaan berupa servis berkala dan penggantian suku cadang (sparepart) dianggarkan tersendiri.
Berikut rincian lengkap plot anggarannya:
1. Belanja Jasa Service Berkala
Sekretariat DPRD mengalokasikan anggaran kembar untuk jasa perbaikan kendaraan dinas unsur pimpinan:
– Jasa Service Mobil Dinas Ketua DPRD Rp 9.134.000
– Jasa Service Mobil Dinas Wakil Ketua I DPRD Rp 9.134.000
– Jasa Service Mobil Dinas Wakil Ketua II DPRD Rp 9.134.000
2. Belanja Suku Cadang
Untuk kebutuhan penggantian komponen atau onderdil kendaraan, dialokasikan nilai seragam bagi ketiga pimpinan:
– Suku Cadang Mobil Dinas Ketua DPRD Rp 13.701.000
– Suku Cadang Mobil Dinas Wakil Ketua I DPRD Rp 13.701.000
– Suku Cadang Mobil Dinas Wakil Ketua II DPRD Rp 13.701.000.
Dalam dokumen RUP, seluruh volume pekerjaan perawatan mobil dinas ini dijadwalkan mengikat kontrak selama satu tahun penuh, Januari-Desember 2026.
Kini, dengan gelontoran dana operasional rumah tangga dan kendaraan dinas yang terbilang fantastis dari uang rakyat tersebut, publik Tanjabtim tentu menaruh harapan besar. Anggaran jumbo ini diharapkan berbanding lurus dengan peningkatan kinerja, kedisiplinan, serta ketajaman para pimpinan dewan dalam menyerap dan memperjuangkan aspirasi masyarakat secara nyata.(Rano)
Baca juga:
Belanja Perjalanan Dinas Sekretariat DPRD Tanjabtim Tahun 2026 Tembus Rp7,9 Miliar, Ini Rinciannya






Discussion about this post