Viral Foto Jalan Rusak Disebut Hoaks, Warga Rantau Rasau Ungkap Fakta Sebenarnya: Kami Patungan Beli Batu
HALOINDONESIANEWS.COM,Tanjabtim- Beredarnya foto di media sosial yang menarasikan sebuah kondisi jalan sebagai informasi hoaks menuai tanggapan dari warga Kecamatan Rantau Rasau, Kabupaten Tanjab Timur, Jambi.
Warga menegaskan bahwa foto yang beredar tersebut adalah fakta lapangan, terkait upaya swadaya masyarakat dalam memperbaiki akses jalan.
Foto yang menjadi perbincangan tersebut diketahui diambil pada 09/05/2026, sebagaimana tertera pada keterangan waktu di sudut foto.
Salah seorang warga yang berdomisili di Kecamatan Rantau Rasau, berinisial K mengungkapkan, bahwa masyarakat setempat memang melakukan aksi patungan untuk menambal jalan yang berlubang.
“Masyarakat terpaksa patungan membeli batu untuk perbaikan jalan, karena kondisinya sudah sangat menghambat mobilitas. Mereka membeli 2.000 buah batu bata dengan harga Rp1,5 juta untuk menimbun lubang,” ujar K saat dikonfirmasi wartawan, Jum’at(19/06/2026).
Adapun lokasi perbaikan jalan tersebut berada di wilayah perbatasan antara Kelurahan Bandarjaya dan Marga Mulya, Kecamatan Rantau Rasau.
Meski saat ini keberadaan batu tersebut terlihat mulai menyatu dengan tanah akibat cuaca dan lalu lalang kendaraan, namun di lapangan masih terlihat jelas bekas pecahan batu pada titik-titik jalan yang dulunya berlubang.
Jalan tersebut merupakan akses alternatif yang sangat vital bagi warga Desa Marga Mulya. Jika harus melalui jalan poros utama, warga harus memutar dengan jarak yang jauh.
“Ini jalur utama masyarakat jika ingin ke pusat kesehatan (Puskesmas), ke pasar dan pusat kecamatan. Selain itu, jalan ini juga urat nadi para petani untuk mengeluarkan hasil panen mereka,” tambah K.
Warga mengaku terpaksa menempuh jalur swadaya karena sulitnya mendapatkan bantuan perbaikan dari pihak UPTD PU setempat. Bahkan, jika pun ada bantuan yang turun, warga menyebut volumenya jauh dari kata mencukupi untuk menangani kerusakan yang ada.
Sebagai informasi, jalan tersebut dulunya pernah mendapatkan bantuan timbunan batu koral dari perusahaan dan beberapa pihak kontraktor, serta bantuan sebagian kecil dari PU Kabupaten. Namun, seiring berjalannya waktu dan tingginya intensitas penggunaan, jalan tersebut kembali mengalami kerusakan.
Atas dasar fakta di lapangan tersebut, warga menyayangkan adanya narasi yang menyebutkan kondisi jalan itu adalah hoaks. Menurut warga, aksi patungan tersebut merupakan bentuk kepedulian nyata masyarakat demi menjaga kelancaran akses ekonomi, dan pelayanan publik di daerah mereka.(Tim/Rano)
Baca juga:






Discussion about this post