Tragis! Dua Pegawai RSUD Raden Mattaher Jambi Diduga Keroyok Ibu Muda Hingga Trauma
HALOINDONESIANEWS.COM, JAMBI- Nasib malang menimpa Rina Utari (23), seorang ibu muda di kawasan Jalan Danau Sipin, RT 21, Kelurahan Legok, Kecamatan Danau Sipin, Kota Jambi. Ia diduga menjadi korban pengeroyokan brutal oleh empat orang tetangganya sendiri pada Senin (13/7/2026).
Akibat insiden tersebut, Rina mengalami luka-luka di sekujur tubuhnya. Ironisnya, dua dari empat terduga pelaku disebut-sebut merupakan oknum tenaga kesehatan dan staf kebersihan yang bekerja di RSUD Raden Mattaher Jambi.
Saat ditemui di kediamannya, Rabu (15/7/2026), Rina masih terbaring lemas. Dengan suara bergetar, ia menceritakan detik-detik mengerikan saat dirinya diserang hanya karena masalah sepele, tuduhan membuang sampah.
“Mereka menuduh saya membakar dan membuang sampah di pekarangan rumah mereka. Padahal tuduhan itu tidak berdasar dan tanpa bukti sama sekali. Itu jalan umum, siapa saja bisa lewat, tapi mereka malah brutal menyerang saya,” ujar Rina dengan menahan sakit.
Rina menuturkan, cekcok mulut yang terjadi seketika berubah menjadi aksi kekerasan fisik. Ia mengaku ditendang, dijambak, hingga kepalanya nyaris dibenturkan ke tembok oleh empat orang pelaku yang masih satu keluarga tersebut.
“Kaki saya ditendang sampai jatuh, rambut dijambak kuat sekali, badan saya dicakar-cakar. Saya benar-benar trauma. Yang membuat saya sedih, salah satu pelaku itu perawat, tapi perilakunya sangat tidak manusiawi,” tambahnya.
Rina mengaku sangat khawatir akan keselamatannya ke depan. Ia takut aksi main hakim sendiri ini akan berkelanjutan. Di balik rasa sakitnya, Rina hanya bisa memikirkan nasib buah hatinya yang masih balita.
“Saya mikirin anak saya, umurnya masih tiga tahun. Kalau saya kenapa-kenapa, siapa yang akan mengurus dia? Saya minta keadilan, hukum harus ditegakkan. Saya ingin para pelaku segera dijebloskan ke penjara,” tegasnya.
Ibu korban, Juriah (49), tidak mampu membendung kekesalannya atas perlakuan keji para tetangganya tersebut. Ia menegaskan bahwa ini bukan kali pertama keluarganya diganggu oleh tetangganya itu.
Sebelumnya, ada perselisihan terkait sumur hingga urusan tanah yang selalu diselesaikan keluarga Rina dengan jalan mengalah.
Namun, kali ini Juriah menolak untuk diam. Ia mendesak Polresta Jambi untuk segera melakukan tindakan tegas dan menangkap para pelaku.
“Kami tidak terima anak kami dikeroyok seperti binatang. Kami minta tindakan lanjut secara hukum yang seadil-adilnya. Masukkan mereka ke penjara! Kami minta polisi gerak cepat agar tidak ada lagi korban berikutnya,” ujar Juriah dengan tegas.
Pihak keluarga telah resmi melaporkan kejadian pengeroyokan ini ke Polresta Jambi. Pihak korban masih menunggu langkah tegas aparat kepolisian untuk segera memproses laporan tersebut, mengingat salah satu dari terduga pelaku merupakan tenaga medis yang seharusnya memberikan pelayanan kemanusiaan, bukan justru bertindak kriminal.
Baca juga:





Discussion about this post