Polemik Standar Lapangan Padel Jambi, PBPI Tegaskan Ada Perbedaan Standar Bermain dan Standar Event Resmi
HALOINDONESIANEWS.COM, JAMBI — Polemik mengenai standar lapangan padel di Provinsi Jambi kembali mencuat. Salah satu pemilik lapangan padel mempertanyakan dasar Pengurus Perkumpulan Besar Padel Indonesia (PBPI) Provinsi Jambi yang menyatakan bahwa saat ini hanya terdapat dua lapangan yang memenuhi standar untuk menggelar event resmi PBPI.
Keberatan muncul setelah lapangan miliknya disebut dalam pemberitaan sebagai salah satu lapangan yang belum memenuhi standar resmi. Pemilik lapangan tersebut mempertanyakan ukuran maupun ketentuan apa yang digunakan PBPI Jambi dalam melakukan penilaian terhadap sebuah lapangan padel.
Menanggapi hal tersebut, Ketua PBPI Provinsi Jambi, Ramos Hutabarat, S.H., menegaskan bahwa terdapat perbedaan antara lapangan yang dapat digunakan untuk bermain padel dengan lapangan yang memenuhi persyaratan untuk menyelenggarakan turnamen atau event resmi PBPI.
“Untuk saat ini, lapangan padel yang memiliki standar untuk mengadakan event Padel PBPI hanya Lapangan Padel Reserve dan Lapangan Jambi Padel Court,” ujar Ramos, Rabu (12/8/2026).
Menurut Ramos, sejumlah lapangan padel lainnya di Jambi pada dasarnya sudah memenuhi standar untuk kegiatan bermain padel. Namun, ketika akan digunakan sebagai lokasi turnamen atau event resmi PBPI, terdapat sejumlah persyaratan teknis yang harus diperhatikan.

Salah satunya berkaitan dengan ketinggian atap atau ruang bebas di atas lapangan.
Ramos menjelaskan, aspek ketinggian tersebut penting karena permainan padel membutuhkan ruang vertikal yang memadai. Bola dalam permainan padel dapat melambung cukup tinggi sehingga konstruksi atap yang terlalu rendah dapat memengaruhi jalannya pertandingan.
“Lapangan yang lain standar PBPI, tapi belum memenuhi standar untuk membuat turnamen atau event Padel. Salah satunya ada yang tinggi atapnya belum sesuai,” jelas Ramos.
Pernyataan tersebut sejalan dengan aturan teknis yang diterbitkan International Padel Federation (FIP) sebagai badan dunia olahraga padel. Dalam Rules of Padel, FIP menetapkan bahwa tinggi bebas minimum di seluruh area lapangan harus 6 meter. Untuk pembangunan fasilitas baru, FIP mencantumkan tinggi bebas minimum yang direkomendasikan sebesar 8 meter.
Selain ketinggian ruang, standar lapangan padel juga mencakup berbagai aspek teknis, termasuk ukuran lapangan, dinding dan enclosure, jaring, serta fasilitas pendukung pertandingan. FIP secara resmi menyediakan Rules of Padel dan berbagai regulasi kompetisi sebagai rujukan penyelenggaraan pertandingan.
Dengan demikian, istilah “belum memenuhi standar” yang disampaikan PBPI Jambi perlu dipahami dalam konteks kelayakan sebagai venue event resmi, bukan berarti lapangan tersebut tidak dapat digunakan untuk bermain padel.
Ramos menegaskan, PBPI Jambi tidak bermaksud menghambat pertumbuhan usaha maupun perkembangan olahraga padel di daerah. Justru, menurutnya, standar diperlukan agar setiap turnamen yang mengatasnamakan PBPI dapat berlangsung dengan kualitas dan kondisi lapangan yang sesuai ketentuan.
“Untuk lapangan-lapangan lain di Jambi belum memenuhi standar untuk event resmi PBPI. Lapangan yang lain standar PBPI, tetapi belum memenuhi standar untuk membuat turnamen atau event Padel,” katanya.
Polemik ini menjadi penting untuk diperjelas karena perkembangan olahraga padel di Jambi tengah mengalami peningkatan. Semakin banyaknya lapangan dan event yang digelar membuat persoalan standar fasilitas menjadi bagian penting yang tidak bisa diabaikan.
Ke depan, pemilik lapangan dan PBPI Jambi diharapkan dapat duduk bersama melakukan verifikasi teknis secara terbuka.
Dengan adanya pemeriksaan berdasarkan parameter yang jelas, pemilik lapangan juga dapat mengetahui bagian mana yang perlu dibenahi agar nantinya dapat memenuhi persyaratan sebagai venue turnamen resmi.
Langkah tersebut sekaligus dapat menghindari kesalahpahaman di tengah masyarakat dan memberikan kepastian bagi pelaku usaha padel mengenai standar yang harus dipenuhi untuk menyelenggarakan event resmi PBPI. (EW/Red)






Discussion about this post